Pesantren Virtual Jadi Tradisi UMI Terima Mahasiswa Baru

    Ilham Pratama Putra - 15 September 2020 19:15 WIB
    Pesantren Virtual Jadi Tradisi UMI Terima Mahasiswa Baru
    Rektor UMI, Basri Modding saat Pesantren virtual. Foto: Dok. UMI
    Jakarta:  Pesantren virtual menjadi salah satu tradisi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan. Selain pengenalan kampus, pesantren virtual ini sengaja dijalankan UMI guna membentuk karakter mahasiswa baru.

    "Jadi semua mahasiswa baru UMI kita pesantrenkan. Dan ini perlu diketahui, bahwa kita satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang 'menjemput' mahasiswa baru dengan pesantren virtual," ujar Rektor UMI, Basri Modding dalam siaran langsung Instagram @osc_medcom, Selasa, 15 September 2020.

    Pada kegiatan pesantren virtual tersebut, mahasiswa baru akan mengikuti sejumlah kegiatan, di antaranya zikir, salat dhuha secara virtual. Kegiatan mereka diawasi oleh pimpinan fakultas masing-masing.

    Baca juga:  Beasiswa OSC 2020 Diluncurkan, Nadiem Beri Wejangan untuk Peserta

    Selain kegiatan ibadah, materi pembentukan karakter juga masuk dalam kegiatan pesantren virtual tersebut. Mulai dari pembentukan karakter moral hingga kinerja.

    "Ada pembentukan karakter moral, berkaitan keimanan, ketaqwaan, kejujuran, rendah hati kemudian dikaitkan dengan karakter kinerja. Yaitu kerja keras, ulet, tangguh tak mudah menyerah, dan kerja tuntas. Karena UMI bercita-cita menghasilkan alumni yang tak hanya taat beribadah, tapi juga bisa bekerja keras," jelas Basri.

    Kegiatan pesantren virtual ini sedianya berlangsung selama tiga hari. Namun guna mengefektifkan waktu di tengah pandemi covid-19, pihaknya mempersingkat waktu menjadi satu hari penuh.

    Baca juga:  UMI Serahkan Sertifikat Beasiswa Kepada Pemenang OSC

    Tak hanya itu, mahasiswa baru, pesantren virtual ini juga diberlakukan bagi mahasiswa aktif dan para sivitas akademika. Untuk mahasiswa aktif dan sivitas akademika pesantren diadakan setiap awal semester.

    "Visinya mahasiswa kita amaliyah dan punya akhlakul karimah, menghasilkan manusia cerdas berpikir. Ini semua sivitas akademika, yang mau jadi pejabat juga tidak boleh mengajukan diri kalau belum mendapat pencerahan kalbu. Harus dipesantrenkan dulu, itu salah satu prasyarat," sambung dia.

    Dengan begitu dia memastikan, jika warga di kampus mitra Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id ini merupakan insan yang istimewa. Menurutnya langkah ini bakal membuat sumber daya manusia dari UMI menjadi manusia yang berkarakter kuat.

    "Inilah yang dibutuhkan bangsa. Itu modal utama bangsa, ini harus dibangun dengan karakter moral dan kinerja yang dipadukan," pungkas Basri.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id