Tak Harus Masuk SMA, Lulusan Vokasi Juga Bisa Sukses

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 11 Agustus 2020 23:12 WIB
    Tak Harus Masuk SMA, Lulusan Vokasi Juga Bisa Sukses
    SIswa SMK magang di salah satu pabrik jam di Thailand. Foto: Kemendikbud/Humas
    Jakarta: Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto mengungkapkan, bahwa lulusan sekolah vokasi memiliki kesempatan sukses dalam berkarir maupun berwirausaha yang sama dengan sekolah nonvokasi. Namun sayangnya belum banyak orang tua yang memahami hal tersebut.

    Bahkan, orang tua masih meyakini, bahwa anaknya bisa sukses hanya dengan sekolah di SMA ketimbang ke SMK. Untuk itu kata Wikan, bagi anak yang memiliki minat pada ilmu terapan untuk jangan ragu memilih SMK.

    "Jika memang siswa tersebut suka ilmu yang sifatnya analytical silakan diarahkan ke SMA. Tapi kalau ternyata sukanya lebih yang sifatnya hands on atau praktikal alangkah lebih baik jika diarahkan masuk SMK.  Harus diketahui orang tua, SMK juga bisa membuat anak itu sukses," kata Wikan saat mengunjungi SMK Negeri 27 Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Baca juga:  Kemendikbud: Kualitas Vokasi Jadi Tolok Ukur Kemajuan Negara

    Wikan mengungkapkan, bahwa SMK nantinya didorong untuk menghasilkan lulusan yang profesional. Terlebih ke depan standar-standar di pendidikan vokasi akan didorong setingkat dengan standar pendidikan vokasi internasional dan juga sesuai dengan kebutuhan oleh industri.

    "Kami dorong agar lulusan SMK itu profesional dan dapat bekerja di manapun. Bahkan kalau mau melanjutkan studi juga bisa. Ambil Sarjana terapan, S2 terapan, baik di dalam dan luar negeri. Salah satu contoh, kami sudah jalin kerja sama dengan universitas di Jerman untuk jenjang S2 Terapan," tuturnya.

    Mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM ini juga mengungkapkan, bahwa vokasi merupakan tolok ukur kemajuan sebuah negara. Sebab, dengan memberdayakan para siswa SMK, dunia industri juga dapat mengurangi beban operasionalnya, salah satunya biaya investasi kepada karyawan. 

    Ia pun berpesan, agar orang tua juga perlu menghilangkan persepsi bahwa jika ingin sukses harus masuk ke SMA. "Kalau Indonesia mau maju, vokasinya harus maju. Sepertinya, kita masih harus menyadarkan orang tua siswa SMP se-Indonesia yang berpikiran bahwa satu-satunya jalan untuk sukses di Indonesia adalah masuk SMA favorit, padahal di SMK bisa juga, apalagi kalau di SMK dia belajar sesuai passion," tandasnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id