Nadiem Targetkan 20% Guru Penggerak Jadi Kepsek di 2024

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 03 Juli 2020 17:47 WIB
    Nadiem Targetkan 20% Guru Penggerak Jadi Kepsek di 2024
    Guru sedang mengajar di muka kelas, MI/Panca Syurkani.
    Jakarta: Sebagai upaya mentrasformasikan pendidikan Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim meluncurkan program Guru Penggerak. Namun ia mengakui, tidak mungkin transformasi bisa tercapai dalam waktu singkat.

    “Lima tahun tidak bisa tercapai transformasi pendidikan, tidak mungkin bisa. Transformasi pendidikan bisanya terjadi dalam waktu mungkin 10-20 tahun,” kata Nadiem dalam Peluncuran Program Guru Penggerak, Jumat, 3 Juli 2020.

    Untuk itu, ia menargetkan dalam lima tahun ke depan setidaknya 20 persen dari lulusan program Guru Penggerak sudah menempati posisi strategis, yakni menjadi pimpinan di lembaga pendidikan.

    “Tapi yang bisa kita capai lima tahun ini titik kritis atau tipping point, lebih dari 20 persen dari kepala sekolah berasal dari Guru Penggerak, atau 20 persen guru-guru kita guru penggerak ini akan membuat perubahan dan tidak bisa dibalikan lagi.  Ini menjadi perubahan berkelajutan,” jelasnya.

    Baca juga:  Rekrutmen Kepala Sekolah Diprioritaskan dari Jebolan Guru Penggerak

    Dengan begitu, kata dia, guru-guru penggerak ini akan terus bermunculan dan tidak akan terpengaruh apabila nantinya ada perubahan kebijakan.  “20 persen ini  menjadi perubahan eksponensial ke depan, kebijakan bisa berubah arah. Ke depan  yang penting Guru Penggerak di posisi-posisi kritis dan penting pimpinan pendidikan di berbagai daerah Indonesia, Sehingga perubahan terus terjadi secara otomatis” terang Nadiem.

    Kemendikbud sendiri menargetkan, angkatan Guru Penggerak ini terus meningkat. Dengan target angkatan satu sampai tiga, sebanyak 2.800 guru, kemudian empat sampai enam sebanyak 7.500 guru.  Kemudian angkatan tujuh sampai sembilan sebesar 20.000 guru.

    Baca juga:  Resmi Diluncurkan, Guru Penggerak Ujung Tombak Transformasi Pendidikan

    Lalu angkatan 10-12 bisa mencapai 55.000 guru dan angkatan 12 sebanyak 150.000 guru.  “Target awal Kami, sampai 2024, dan seperti akan kita lihat walaupun awalnya untuk kualitas, apabila proses kita lebih mapan pada saat proses indentifikasi kita juga menjadi lebih kuat.  Kami akan mengakselerasi Guru Penggerak,” ujarnya.

    Nantinya, imbuh Nadiem, Guru-guru Penggerak ini juga akan tersebar di seluruh daerah. Dengan begitu seluruh wilayah Indonesia bisa merasakan bakti dari Guru Penggerak ini.  Angkatan pertama Guru Penggerak akan mulai pendidikan pada 5 Oktober 2020 sampai 31 Agustus 2021. Dengan dimulai proses pendaftaran pada 13 Juli sampai 22 Juli 2020, kemudian tahap seleksi 1 dan 2.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id