comscore

Tingkatkan Kesejahteraan Anak, Kemendikbudristek Benahi Iklim Lingkungan Belajar

Renatha Swasty - 20 April 2022 12:38 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Anak, Kemendikbudristek Benahi Iklim Lingkungan Belajar
Mendikbudristek Nadiem Makarim secara simbolis memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada Kiki, siswa SMP Negeri 2 Tangerang. DOK Kemendikbudristek
Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menegaskan komitmennya meningkatkan kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja. Peningkatan melalui upaya pembenahan iklim lingkungan belajar.
 
“Kami mendukung sepenuhnya RAN PIJAR sebagai kelanjutan dari Rencana Aksi Nasional Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja yang telah dilaksanakan pada 2017 sampai 2019. Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan murid-murid kita melalui upaya pembenahan iklim lingkungan belajar,” kata Nadiem dalam peluncuran Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN PIJAR).
dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 20 April 2022.

Nadiem menuturkan Rencana Aksi Nasional ini akan menjadi acuan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan anak usia sekolah. Dia menuturkan pada bidang pendidikan, aksi nasional akan mendorong peningkatan akses ke pendidikan.
"Yang berkualitas dan meningkatkan keterampilan pelajar sesuai dengan tuntutan zaman,” tutur Nadiem.

Nadiem menuturkan salah satu kebijakan Merdeka Belajar ialah penghapusan ujian nasional yang diganti dengan Asesmen Nasional (AN). Dia menjelaskan AN mengukur tentang karakter peserta didik dan kualitas lingkungan belajar selain kompetensi literasi dan numerasi.

Sehingga, analisis hasil belajar secara holistik menjadi dasar mengidentifikasi akar permasalahan pendidikan Indonesia. Nadiem menuturkan Asesmen Nasional adalah langkah dimulainya perubahan untuk memperbaiki sistem pendidikan.

"Setelah isu seperti perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi mulai terbuka datanya di setiap sekolah melalui Asesmen Nasional,” kata Nadiem.

Nadiem mendorong semua pemerintah daerah baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga desa, serta pemangku kepentingan lainnya melaksanakan rencana aksi peningkatan kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja. “Mari kuatkan kerja sama kita untuk mendukung Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja sebagai gerakan bersama mewujudkan cita-cita Merdeka Belajar,” kata Nadiem.

Nadiem optimistis melalui peluncuran RAN PIJAR dan semangat gotong royong melalui Merdeka Belajar dapat meningkatkan kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja di seluruh Indonesia.

“Pada hari ini, semangat gotong royong dan kolaborasi antarkementerian untuk memperbaiki kualitas pendidikan akan semakin menguat sehingga kita bisa bersama-sama meningkatkan kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja di seluruh Indonesia,” kata dia.

Dalam peluncuran RAN PIJAR, Nadiem secara simbolis memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada Kiki, siswa SMP Negeri 2 Tangerang. Serta memberikan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada Athalah Syafiyah, siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Lebak Bulus, Jakarta.  

Bantuan PIP diberikan kepada peserta didik untuk pemenuhan berbagai kebutuhan, seperti membeli buku, alat tulis, seragam, dan perlengkapan sekolah, transportasi dari rumah ke sekolah, uang saku peserta didik, serta biaya kursus, praktik tambahan, dan magang.

Sementara itu, penerbitan KIA mendorong perbaikan sistem pendataan pelajar disabilitas di Indonesia sehingga membantu proses pemberian dukungan dan bantuan bagi mereka. Pelajar yang memiliki KIA akan menjadi prioritas dalam program pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Hal ini merupakan upaya Kemendikbudristek untuk mewujudkan sistem pendidikan yang jauh lebih inklusif dan akomodatif, sehingga harapannya semua anak Indonesia bisa mendapatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas,” kata Nadiem.

RAN PIJAR ditetapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi melalui Peraturan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja. Menko Muhadjir mengatakan peluncuran Permenko PMK Nomor 1 Tahun 2022 bertepatan dengan Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April 2022.

"Peluncuran Permenko PMK sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang bertema our planet our health, yang bertujuan mengajak masyarakat menjaga bumi dan manusia agar tetap sehat," ujar Muhadjir.

Dia berharap seluruh pimpinan daerah dan lembaga saling bekerja sama meningkatkan kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja. "Agar cita-cita kita untuk membawa remaja kita yang kelak akan pada akhirnya akan memimpin bangsa Indonesia ini akan betul-betul berhasil seperti yang kita harapkan bersama," kata Muhadjir.

Baca: Nadiem: Permenko Kesejahteraan Anak Sekolah Searah dengan Konsep Merdeka Belajar
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id