Sekolah Swasta: 'Negeri' Tidak Perlu Tambah Rombongan Belajar

    Ilham Pratama Putra - 02 Juli 2020 15:52 WIB
    Sekolah Swasta:  'Negeri' Tidak Perlu Tambah Rombongan Belajar
    ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Sekjen Badan Musayawarah Perguruan Swasta (BMPS) Pusat, Romo Darmin Mbula mengharapkan sekolah negeri tidak lagi membuka rombongan belajar (Rombel) dalam Penerimana Peserta Didik Baru (PPDB). Sebab agar tetap hidup, limpahan siswa yang tidak diterima di sekolah negeri sangat dinanti sekolah swasta.

    "Sekolah-sekolah negeri tidak perlu membuka rombel baru dan sekolah baru. Karena sekolah swasta hidup dari jumlah murid," kata Darmin kepada Medcom.id, Kamis 2 Juli 2020.

    Jika jumlah murid minim, sumber finansial dan biaya operasional sekolah swasta akan terganggu. Untuk itu limpahan siswa yang tidak diterima sekolah negeri sangat dinanti sekolah swasta.

    "Sekolah swasta selama ini menungguh limpahan dari sekolah sekolah negeri, kecuali sekolah sekolah swasta yang sudah menjadi favorit di tengah masyarakat," ujarnya.

    Baca juga:  DPRD DKI: Anggaran Formula E Lebih Baik untuk Sekolah Gratis

    Lebih lanjut, Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) itu memastikan tampungan sekolah swasta masih sangat luas di saat masyarakat berebut masuk negeri. Tinggal bagaimana pemerintah bisa membantu sekolah swasta agar secara pembiayaan tidak memberatkan pelajar.

    "Karena itu kebijakan pemerintah harus membantu sekolah-sekolah swasta yang sudah ada agar lebih baik dan berkualitas terutama dalam sumber pendanaan. Sekolah swasta selama ini terkesan mahal sehingga masyarakat enggan menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta," ungkapnya.

    Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membuka Bantuan Operasional Sekolah (BOS) afirmasi dan Bos kinerja untuk sekolah swasta. Sebelumnya dua jenis BOS ini  hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri.

    "Jadi ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan memberikan bantuan untuk ke daerah yang paling butuh mendapatkan BOS afirmasi dan BOS kinerja. Tapi bukan cuma sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta yang menurut kami malah lebih rentan terutama di daerah-daerah," kata Mendikbud, Nadiem Makarim dalam Konferensi video, Jumat 19 Juni 2020.

    Nadiem menyebutkan, anggaran untuk BOS Afirmasi berada di angka Rp2 triliun dan BOS kinerja sekitar Rp1,2 triliun. Setiap sekolah yang membutuhkan direncanakan bakal menerima Rp60 juta di tahun ini.

    "Ini adalah untuk sekolah swasta dan sekolah negeri, bukan hanya eksklusif buat sekolah negeri. Ini disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah," lanjut Nadiem.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id