Kualitas Guru Perlu Ditingkatkan Guna Capai Indonesia Emas 2045

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 22 Mei 2020 20:16 WIB
    Kualitas Guru Perlu Ditingkatkan Guna Capai Indonesia Emas 2045
    Dosen sekolah seni SAE Institute Jakarta, Putri Ayudya. Tangkapan layar konferensi video
    Jakarta: Dosen sekolah seni SAE Institute Jakarta, Putri Ayudya, menyebut peningkatan kualitas guru harus menjadi perhatian. Hal ini guna mencapai target Indonesia emas pada 2045.

    "Pertama penting banget meningkatkan kualitas guru dalam perannya  sangat dibutuhkan," kata Putri dalam diskusi daring bertajuk 'Anak Bangsa Bicara Kebangkitan Nasional', Jumat, 22 Mei 2020.

    Menurut Putri, kualitas guru saat ini belum maksimal. Banyak guru masih gagap teknologi ketika menjalani masa pembelajaran jarak jauh akibat pandemi virus korona (covid-19).

    "Guru kita masih gagap, enggak semua siap era digital ini. Saya termasuk guru yang gagap, dan harus belajar cara yang cepat," ungkapnya.

    Putri percaya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bisa mewujudkan peningkatan kualitas guru. Sebab, Nadiem dinilai lebih terbuka dengan metode pembelajaran yang bervariasi.

    "Guru bukan hanya label guru, hanya bergerak dengan kurikulum yang sudah ada, tapi juga menciptakan sub kurikulum sendiri. Guru kita harus terus ditingkatkan dan saya yakin dengan menteri kita sekarang lebih terbuka dengan metode pembelajaran," terangnya.

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menurut Putri, juga mempunyai peran penting menyambut Indonesia emas 2045. SMK bisa jadi wadah melahirkan tenaga-tenaga terampil, sehingga nantinya tidak tergantikan oleh robot.

    "Sehingga punya keterampilan bisa berkreasi, bisa menggungguli, tidak tergantikan robot," tuturnya.

    Baca: Milenial Didorong Jadi Perukyat Terampil

    Selanjutnya adalah kesehatan mental. Gangguan kesehatan mental ini bisa mengganggu produktivitas. Padahal, produktivitas ini menjadi salah satu kunci untuk mencapai Indonesia emas 2045.

    Putri meminta pemerintah menentukan tujuan yang jelas, khususnya untuk masa depan pendidikan. Ia menyarankan masyarakat dibiarkan  menjalankan hidup dengan caranya sendiri, asal tujuannya sampai.

    "Caranya dilepaskan, tidak perlu bersilangan. Visi, tujuan yang sama. Harapan saya bisa dipromosikan 25 tahun ini, bergerak dimulai dari diri sendiri," kata dosen berusia 32 tahun ini.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id