Merdeka Belajar

    UKDW Gandeng Uniera Perkuat Implementasi Kampus Merdeka

    Citra Larasati - 10 April 2021 20:33 WIB
    UKDW Gandeng Uniera Perkuat Implementasi Kampus Merdeka
    Penandatanganan Kerja Sama antara UKDW dan UNIERA. Foto: UKDW/Humas



    Jakarta:  Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dan Universitas Halmahera (Uniera) Tobelo menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk kegiatan tridarma perguruan tinggi.

    Rektor UKDW, Henry Feriadi dengan Rektor Uniera Herson Keradjaan langsung yang menandatangani PKS tersebut. Ini merupakan tindak lanjut dari komitmen UKDW untuk mendampingi perguruan tinggi di Indonesia Timur sebagai upaya mengembangkan ilmu dan kualitas pendidikan di Indonesia.






    Sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), bentuk kerja sama yang disepakati oleh kedua pihak terdiri dari beberapa program. Di antaranya melakukan penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, penerbitan berkala ilmiah, pertukaran dosen, pengembangan kurikulum/program bersama, penyelenggaraan seminar atau konferensi ilmiah, dan pengabdian masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi
    UKDW menyampaikan, bahwa UKDW telah merintis kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung terlaksananya program MBKM yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

    Dalam program tersebut ada delapan contoh kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus asal. Seperti magang atau praktik kerja, proyek di desa atau KKN, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian atau riset, kegiatan wirausaha, proyek independen, dan proyek kemanusiaan.

    “Mahasiswa harus mengambil minimal 20 SKS di luar prodi, maksimum 40 SKS. Lewat hibah-hibah yang didapatkan, UKDW terus belajar bagaimana mengemas kegiatan-kegiatan itu agar bisa dikonversi ke mata kuliah sesuai dengan kurikulum yang berlaku," imbuhnya.

    Baca juga:  Menghadirkan Insinyur Profesional Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia

    Sebab konsekuensi dari MBKM ini adalah harus mengadakan perkuliahan secara blended learning atau hybrid learning.  Charis menyebutkan sebagai contoh Fakultas Bioteknologi UKDW telah bekerja sama dengan Bildung und Gesundheit für Indonesien e.V. (BUGI) salah satu NGO dari Jerman,  institusi pendidikan, dan pemerintah daerah di Tolitoli Sulawesi Tengah sebagai bentuk respons terhadap program MBKM.

    Selain itu, Program Studi Desain Produk UKDW juga telah bermitra dengan dunia usaha dunia industri (DUDI) dan UMKM dalam upaya penerapan MBKM.  Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai pengembangan sistem informasi akademik UNIERA yang dibantu oleh tim IT dari Unit PUSPINdIKA UKDW.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id