LSF Ajak Mahasiswa untuk Ikut Menyensor Film Mandiri

    Citra Larasati - 01 April 2021 16:22 WIB
    LSF Ajak Mahasiswa untuk Ikut Menyensor Film Mandiri
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta:  Lembaga Sensor Film (LSF) bersama 21 perguruan tinggi negeri dan swasta menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) untuk mendukung Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri.  Dalam Hal ini, LSF memberikan kesempatan generasi muda yang ada di kampus untuk menyensor, memantau film dan juga melakukan sosialisasi sensor mandiri.

    Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto berharap, melalui kerja sama ini akan mendukung sosialisasi sensor mandiri menjadi gerakan nasional. Aksi dan sosialiasi budaya sensor mandiri dapat disinergikan dengan aktivitas Tridarma perguruan tinggi, guna mendukung gerakan Merdeka Belajar dan gerakan Kampus Merdeka.






    "Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan akan mendukung sosialisasi sensor mandiri menjadi gerakan nasional,” ungkapnya. 

    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan dukungannya atas kerja sama LSF dengan perguruan tinggi tersebut. “Saya kira ini momen yang tepat, kita libatkan generasi muda untuk turut serta mencerdaskan dan menjaga budaya Indonesia melalui gerakan sensor mandiri.” ujar Muhadjir. 

    Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Meutya Viada Hafid mengatakan bahwa LSF harus menjadi dewan sensor film yang selalu terbuka dan melibatkan masyarakat luas.  Termasuk perguruan tinggi agar film yang dipertontonkan menjadi film yang diterima oleh seluruh masyarakat.

    ”LSF tidak boleh sendiri, tidak boleh merasa memiliki keilmuan sendiri untuk melakukan sensor, tapi melibatkan seluruh unsur masyarakat terutama unsur dari kampus atau akademik,” ujar Meutya. 

    Untuk itu, DPR selalu mendorong LSF untuk meningkatkan sosialisasi sensor budaya sensor mandiri dalam membangun kemandirian dan juga kesadaran masyarakat secara bersamaan. “Kami yakin mengubah bangsa menjadi lebih baik adalah tugas kita bersama bukan hanya LSF, bukan hanya DPR, bukan hanya pemerintah, tapi kita,” kata Meutya. 

    Ruang lingkup kerja sama tersebut antara lain berkaitan dengan penguatan regulasi dan kebijakan, advokasi dan pemantauan.  Selain itu juga penelitian dan pertukaran informasi, penempatan mahasiswa magang, pengabdian masyarakat, kuliah umum, workshop dan diskusi ilmiah lainnya.

    Juga dalam pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas sarana dan prasarana untuk kepentingan percepatan sosialisasi Gerakan Budaya Sensor Mandiri.

    Baca juga:  Pendaftaran UTBK-SBMPTN 2021 Diperpanjang Hingga Jumat

    Adapun 21 Perguruan Tinggi yang telah menandatangani kerja sama ini antara lain Akademi Film Yogyakarta, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Universitas Islam Malang, Universitas Islam Negeri Gunung Djati Bandung, Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

    Selanjutnya, ada Universitas Jember, Universitas Nasional, Institut Pertanian Bogor, Universitas Tanjung Pura, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Al Asyariah Mandar, Universitas Mercu Buana Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Nahlatul Ulama Indonesia, dan Universitas YARSI.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id