Sapi GaMa UGM Dongkrak Produksi Sapi Nasional

    Intan Yunelia - 14 Januari 2020 13:45 WIB
    Sapi GaMa UGM Dongkrak Produksi Sapi Nasional
    Sapi GaMa UGM. Foto: UGM/Humas
    Jakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan ternak sapi Gagah dan Macho (GaMa). Sapi ini merupakan hasil perkawinan silangan dari tiga jenis sapi secara bersamaan, yakni sapi Belgian Blue, Wagyu, dan Brahman.

    Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus mengatakan, ketiga jenis sapi ini memiliki keunggulan masing-masing, misalnya sapi Belgian Blue dikenal dengan sapi yang memiliki bobot besar dan berotot.  Sedangkan sapi Wagyu terkenal memiliki daging yang enak dan empuk.

    Kemudian sapi Brahman memiliki lambung yang besar dan adaptif dengan lingkungan tropis.  "Kita targetkan pengembangan sapi GaMa ini selesai dalam 20 tahun, sekarang sudah jalan sekitar enam tahun dengan umur dua tahun bobotnya mencapai 550-600 kilogram," kata Ali dikutip dari laman UGM,  Selasa 14 Januari 2020.

    Ia menjelaskan, lama proses pengembangan sapi GaMa ini sangat wajar karena untuk mendapatkan turunan sapi yang stabil.  "Sementara kita belum punya data kualitas karkas, kualitas daging, sebab kita belum memotong sapi tersebut sampai menghasilkan tingkatan turunan yang diinginkan," ujar Ali.

    Untuk sementara ini, berdasarkan data yang dikumpulkan dari tim peneliti, kata Ali Agus, berat bobot sapi ini jauh lebih besar dibanding dengan sapi lokal.  Selisih dengan sapi cross lainnya yang mencapai 100 kilogram.

    Ia menyebutkan, untuk sapi jenis silang lainnya memerlukan umur sekitar 3-4 tahun agar bisa mendapatkan bobot ideal sampai bisa dipotong.  Sebaliknya, sapi GaMa, nenurutnya, di umur tiga tahun bisa memiliki bobot sekitar 900 kilogram.  

    Saat ini sudah ada sekitar 200 ekor sapi GaMa yang sudah dikembangkan yang selanjutnya akan terus dipelihara dan dikawin silangkan agar mendapatkan turunan sapi dengan genetik yang lebih baik dan stabil. Namun begitu, pengembangan sapi ini bekerja sama dengan mitra agar pemenuhan pakan dan pengawasan lebih terkontrol.

    Pusat pengembangan sapi Gama ini berada di bengkel sapi dan ditempatkan Instalasi Bengkel Sapi CV Berkah Andini Lestari yang berada di Widodomartani, Ngemplak Sleman dan  PT Widodo Makmur Perkasa (WMP), Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Selama masa pengembangan, sapi GaMa ini mendapatkan pakan khusus yang berasal dari limbah pertanian yang menggunakan formula multifunctional feed additive yang mengandung mineral, vitamin immunomodulator dan ekstrak herbal.

    Apabila pengembangan sapi ini berhasil dan terbukti menghasilkan jenis sapi dengan keunggulan bobot dan daging yang lebih berkualitas, maka bukan tidak mungkin jika dikembangbiakan untuk mendorong peningkatan produksi daging di Tanah Air. “Tujuannya membantu dan menambah suplai produksi daging. Kita ini membutuhkan pasokan daging, rata-rata satu ekor sapi kita selama ini hanya mampu hasilkan 100-150 kilogram,” katanya.

    Waluyo (54), koordinator pengelola bengkel sapi Berkah Andini Lestari mengatakan, sebanyak tiga ekor sapi GaMa yang mereka pelihara diperlakukan seperti sapi-sapi lainnya. Namun begitu, sapi untuk penelitian ini mendapatkan pakan fermentasi khusus dari penelitinya dengan menggunakan pakan hijauan dan konsentrat fermentasi yang mengandung probiotik. “Pakannya kita namakan Saus Burger Pakan,” ujarnya.

    Untuk satu ekor sapi GaMa, kata Waluyo, menghabiskan sebanyak 15 kilogram pakan. Menurut pengamatannya, sementara anakan dari sapi-sapi GaMa ini memiliki karakter dominan dari sapi Belgian Blue yang memiliki otot ganda dan sedikit agak liar.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id