Prof. Reini Wirahadikusumah MSCE, Ph.D.

    Rektor Perempuan Pertama ITB Dilantik

    Antara - 20 Januari 2020 15:18 WIB
    Rektor Perempuan Pertama ITB Dilantik
    Prof Reini Wirahadikusumah PhD dilantik sebagai Rektor ITB periode 2020-2025. Foto: ITB/Novrian Arbi
    Bandung:  Prof. Reini Wirahadikusumah MSCE, Ph.D. dilantik sebagai Rektor ITB periode 2020-2025 menggantikan Prof Kadarsah Suryadi.  Reini merupakan rektor perempuan pertama dalam sejarah ITB.

    Pelantikan digelar dalam Sidang Terbuka Majelis Wali Amanat ITB yang dipimpin oleh Ketua MWA ITB Yani Panigoro di Aula Barat ITB, Senin 20 Januari 2020 dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil.  Dalam pidatonya, Reini menyampaikan terima kasih kepada Majelis Wali
    Amanah, Senat Akademik, dan seluruh sivitas akademika ITB, atas amanah yang
    diembankan kepadanya.

    "Saya akan menjalankan amanah yang sangat berharga tersebut dengan terus menerus memberikan kinerja terbaik, dengan segenap kerendahan dan ketulusan hati, dedikasi, integritas dan optimisme," katanya.

    Dia juga menyampaikan, berbagai capaian yang telah diraih ITB di masa kepemimpinan Kadarsah Suryadi adalah modal yang penting bagi seluruh sivitas akademik kampus tersebut untuk melangkah ke depan. Dia mengatakan, selaras dengan harapan masyarakat dan bangsa Indonesia serta seluruh sivitas akademik ITB, Senat Akademik ITB telah menyusun Rencana Induk Pengembangan ITB 2020-2025, yang memberikan arah bagi pengembangan untuk mewujudkan "Globally Respected and Locally Relevant University".

    Hingga saat ini, kata dia, sangat banyak capaian yang telah diraih dalam masa kepemimpinan terdahulu.  Untuk ke depan perubahan-perubahan yang cepat dari lingkungan, baik nasional maupun global harus terus-menerus diantisipasi dan direspons secara kritis, kreatif, inovatif, berintegritas dan berkedaulatan.

    "Sebagai organisasi, ITB harus senantiasa menjadi learning organization dan bersifat adaptif," kata Reini.

    Setelah hampir 100 tahun berkontribusi bagi bangsa, lanjut Reini, kini sudah saatnya ITB memulai kembali membangun kekuatan untuk menjawab tantangan perubahan dan menyusun strategi transformasi untuk 100 tahun yang akan datang.  Adapun langkah-langkah transformasi yang akan ditempuh adalah untuk mewujudkan sosok ITB 2025 dengan ciri-ciri utama, seperti Sistem Tridarma yang memfasilitasi seluruh komponen sivitas akademika untuk memberikan
    kinerja terbaiknya.

    Kemudian institusi yang memiliki reputasi kebangsaan, memberikan solusi terhadap masalah bangsa, dan senantiasa menjaga dan meningkatkan martabat bangsa.  Ketiga, institusi dengan reputasi akademik yang terpandang dan setara dengan mitra-mitra internasional.

    Keempat, lulusan ITB berkualitas internasional, berkarakter nasionalis dan cinta NKRI, berperan di berbagai tingkatan pekerjaan, memiliki sikap inisiatif dan inovatif, kepeloporan, kolaboratif, dan berintegritas, keberlanjutan regenerasi kepemimpinan ITB yang senantiasa mampu bertransformasi.

    Langkah-Iangkah transformasi, katanya, perlu dimulai dari fondasi, dan secara bertahap bergerak ke bagian-bagian yang Iainnya.  Menurut Reini, setiap insan ITB memiliki peranan yang berarti dalam transformasi tersebut.

    Menurut dia pada prinsipnya, Strategi Pencapaian Wujud ITB 2025 tersebut meliputi Iima Iangkah, yakni yang pertama adalah penataan struktur organisasi agar mampu bergerak dengan gesit (agile), adaptif dan efisien, pengelolaan segenap potensi insani sebagai human capital untuk mendorong diraihnya capaian-capaian terbaik dan pemanfaatan Sistem lnformasi
    Manajemen mengikuti best practices untuk mendukung fungsi organisasi dan kinerja insani.

    Langkah kedua adalah peningkatan pendapatan melalui cara-cara yang kreatif dan inovatif dengan penekanan pada berbagai kegiatan yang relevan dengan implememasi transformasi.  Langkah ketiga adalah adopsi Paradigma Pendidikan 4.0 dengan esensi pada konektivitas dalam pembelajaran, perluasan pengalaman belajar sehingga lebih borderless, dengan disertai penguatan kemampuan mahasiswa dalam critical thinking, complexity, dan collective learning.

    Kemudian langkah yang keempat adalah penguatan sistem, atau ekosistem inovasi ITB, dengan fondasi budaya ilmiah yang unggul.  Berkaitan dengan hal ini, perumusan agenda riset unggulan perlu dipertajam dengan pendekatan lintas atau transdisiplin, agar lebih mampu merespons kepentingan nasional dan dinamika ilmu pengetahuan global.

    "Kata kuncinya di sini adalah perluasan academic freedom, demi mewujudkan added-values yang tinggi," kata Reini.

    Langkah kelima dan tidak kurang panting dari kesemua Iangkah lainnya, kata dia, adalah manajemen perubahan dan partisipasi dari seluruh elemen lTB. Menurut Reini, ini merupakan hal yang penting dalam transformasi ITB.

    "Antusiasme dan komitmen bersama adalah hal yang utama. Visi, tujuan dan sasaran capaian transformasi perlu di-share kepada segenap dosen dan tenaga kependidikan. Untuk ini, komunikasi perlu terus-menerus dipelihara, dikembangkan dan diperluas. Rektor dan segenap jajaran pimpinan ITB perlu bertindak atas dasar pemahaman yang memadai mengenai budaya dan tradisi kampus," kata dia.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id