Sejumlah Karya Inovatif Mahasiswa UNS Lolos Pendanaan Kemendikbud

    Antara - 25 September 2020 19:25 WIB
    Sejumlah Karya Inovatif Mahasiswa UNS Lolos Pendanaan Kemendikbud
    Sejumlah mahasiswa UNS yang karya inovatifnya lolos pendanaan Kemendikbud. Foto: Antara/Aris Wasita
    Solo: Sejumlah karya inovatif mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang diikutkan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2020 berhasil lolos seleksi pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satu karya inovatif yang diciptakan yaitu berupa pemilah sampah.

    "Pada PKM ini kami menciptakan karya inovatif berupa pemilah sampah otomatis sebagai wujud kepedulian kami terhadap permasalahan sampah di Indonesia," kata salah satu mahasiswa UNS, Rizal Mujaddid Irsyad di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 25 September 2020.

    Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) UNS tersebut menciptakan karya bersama dua temannya yang lain, yakni Annisa Larasati Febrianingrum dan Luqman Hadi. Ia mengatakan ide tersebut bermula dari permasalahan sampah yang ada di Indonesia.

    "Tentu ini harus diubah dari akarnya, yaitu kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. Hal inilah yang menginisiasi kami untuk menciptakan alat ini," ujarnya.

    Ia mengatakan, alat tersebut nantinya dilengkapi dengan sambungan internet yang selanjutnya terhubung dengan gawai milik petugas kebersihan. Kemudian, alat itu bisa membantu petugas mengetahui letak sampah yang sudah penuh.

    "Alat ini juga bisa membantu memilah sampah secara otomatis sehingga sampah bisa diproses sesuai dengan pengelompokannya, seperti sampah organik bisa dijadikan pupuk, sedangkan sampah yang bukan organik dan logam bisa kembali didaur ulang," ujarnya.

    Baca: Siswa Madrasah Teliti Pengubah Energi Suara Jadi Listrik

    Selain inovasi pemilah sampah, karya inovasi lain dari mahasiswa UNS yang juga lolos pendanaan Kemendibud sebesar Rp5 juta tersebut adalah alat pendeteksi penebangan liar bernama Legator, atau 'Ilegal Logging Detector'.

    Salah satu perancang, Alvin Ichwannur Ridho mengatakan, alat tersebut bisa menampilkan data secara terkini terkait kondisi hutan di Indonesia. Selain itu, alat tersebut juga didesain menggunakan sumber energi dari matahari sehingga lebih ramah lingkungan.

    "Tetapi ada beberapa kelemahan yang masih harus disempurnakan, seperti masih rentan terhadap cuaca," kata Alvin.

    Ia dengan dua teman yang lain, M Maulana Yusuf dan Farah Yuki Prasetyawati, berharap alat tersebut nantinya bisa membantu mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id