comscore

Beternak Ulat Jerman, Mahasiswa Unpad Ini Raup Omzet Jutaan Rupiah

Citra Larasati - 28 Mei 2022 16:15 WIB
Beternak Ulat Jerman, Mahasiswa Unpad Ini Raup Omzet Jutaan Rupiah
Mahasiswa Unpad Eri Erianto, beternak ulat Jerman. Foto: Dok. Unpad
Jakarta:  Sangat sedikit generasi milenial yang melirik untuk melakukan budi daya ulat-ulatan. Padahal, ternak ulat dapat potensial menghasilkan pendapatan yang tinggi karena manfaat yang dihasilkan.

Salah satu budi daya ulat yang menjanjikan adalah budi daya ulat jerman (Zophobas morio). Ulat jerman atau yang dikenal dengan sebutan super worm merupakan jenis ulat yang banyak digunakan sebagai pakan reptil, burung, unggas, dan ternak lainnya.
Kandungan protein dan zat gizi pada ulat jerman lebih tinggi daripada jenis ulat lainnya. Selain itu, ulat jerman juga bisa digunakan sebagai tambahan bahan baku produk kecantikan karena kandungan proteinnya yang bagus untuk kulit.

Di beberapa negara, ulat ini banyak dijadikan sebagai pengganti protein hewani. Beragam potensi tersebut kemudian dilirik Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Eri Erianto. Sejak awal pandemi covid-19, Eri mulai menggeluti budi daya ulat jerman dengan belajar dari para senior, dosen, dan tenaga laboran di Fapet Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sampai saat ini, budi daya ulat jerman milik Eri mampu meraih omzet hingga jutaan rupiah per bulan. Dikutip dari laman Unpad, Eri menjelaskan, awalnya ia mencoba membeli indukan ulat jerman sebanyak 100 ekor dari kakak tingkatnya di Fapet Unpad.

Seiring dengan kebutuhan akan tambahan biaya, Eri pun memilih untuk budi daya ulat jerman kecil-kecilan. “Pada awal saya beternak ulat jerman saya belum mengetahui bagaimana tata cara pemeliharaannya dan kemana menjualnya namun seiring berjalannya waktu saya banyak belajar dari kakak tingkat, peternak yang ada di daerah Majalaya selain itu saya juga mendapatkan ilmu dari YouTube,” jelasnya.

Baca juga:  Energi Terbarukan, Mahasiswa ITS Gagas SMITOL Pengontrol Pemurnian Biogas

Seiring berjalannya waktu, budi daya yang digelutinya berkembang pesat. Sampai saat ini, Eri mampu panen setiap 15 hari sekali. Dalam sekali panen bisa  menghasilkan 5 sampai 20 kilogram ulat jerman dengan harga antara Rp40 ribu-Rp80 ribu per kilogram.

“Dengan digelutinya budi daya ulat jerman, mudah mudahan dapat mendorong kaum muda atau kaum milenial untuk berternak ulat karena banyak banyak manfaatnya dan keuntungan lumayan besar serta pemeliharan ulat tersebut tidak terlalu sulit dan dapat di panen sebulan 2 kali,” ujarnya.

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id