comscore

Unnes Beri Penghargaan untuk Nadiem Makarim dan Ebiet G. Ade

Citra Larasati - 09 Juni 2022 11:46 WIB
Unnes Beri Penghargaan untuk Nadiem Makarim dan Ebiet G. Ade
Unnes memberikan penghargaan konservasi untuk Nadiem Makarim dan Ebiet G. Ade. Foto: Dok. Unnes
Jakarta:  Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan penghargaan Anugerah Konservasi kepada tokoh-tokoh bangsa yang berdedikasi tinggi melestarikan nilai-nilai luhur bangsa dan nilai-nilai konservasi.  Penghargaan diberikan kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim dan musisi Ebiet G. Ade.

Rektor Unnes, Fathur Rokhman menyampaikan, Anugerah Konservasi adalah ikhtiar strategis Unnes dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai konservasi secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai kalangan.  "Penghargaan ini diberikan karena Unnes sepenuhnya menyadari bahwa upaya melestarikan lingkungan, seni dan budaya, serta nilai dan karakter bukanlah pekerjaan ringan," kata Fathur dikutip dari laman Unnes, Kamis, 9 Juni 2022.
Unnes perlu bekerja sama, mendorong berbagai pihak, agar semua pihak turut mengamalkan nilai-nilai konservasi tersebut pada bidang kehidupan.  Fathur mengatakan, tahun ini Anugerah Konservasi diberikan kepada dua tokoh yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa melestarikan nilai-nilai konservasi pada bidangnya masing-masing.

Pertama, Anugerah Konservasi Upakarti Dharmakarya Adikarana akan diberikan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim atas dedikasi dan pemikirannya dalam mewujudkan pendidikan di Tanah Air yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman melalui kebijakan Merdeka Belajar.

Kedua, Anugerah Konservasi Upakarti Adhi Bhujangga Utama diberikan kepada salah satu legenda musik Tanah Air yang hampir seluruh karyanya menginspirasi untuk berbuat baik kepada sesama, kepada lingkungan, dan kepada semesta yaitu Ebiet G. Ade. Karya-karyanya bukan saja memiliki nilai estetik dan musikalitas yang tinggi sehingga digemari masyarakat lintas generasi, tetapi juga mendorong untuk berefleksi sekaligus bertindak baik kepada lingkungan.

Fathur menegaskan, Unnes memosisikan diri sebagai perguruan tinggi yang siap berkontribusi melahirkan talenta-talenta unggul yang siap mewujudkan kemajuan bangsa dan negara.

Untuk itu, Fathur menambahkan, Unnes telah merancang dan melaksanakan sejumlah program inovatif untuk mengimplementasikan MBKM, antara lain Unnes Lantip, Unnes Prigel, Unnes Giat, Pertukaran mahasiswa, Kewirausahaan, Penelitian, Studi/Proyek Independen, Proyek Kemanusiaan, dan Bela Negara.

Di sisi lain salah satu strategi Unnes dalam mengimplementasikan MBKM adalah menciptakan ekosistem MBKM yang produktif dan kolaboratif.  “Ekosistem MBKM menempatkan pendidikan tinggi bukan semata lembaga pendidikan tapi juga produsen ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi serta sebagai pusat keunggulan tridarma yang hasilnya dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan dunia usaha, masyarakat, dan industri,” tegas Fathur.

Baca juga:  Dosen Perempuan UNAIR Raih Penghargaan Golden Squirrel Tail di Belanda

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id