Siswa Indonesia Rajai Olimpiade Matematika Internasional

    Arga sumantri - 19 Oktober 2020 19:03 WIB
    Siswa Indonesia Rajai Olimpiade Matematika Internasional
    Stanve Avrilium Widjaja, siswa kelas 12 SMA Kristen Ipeka BSD menyabet emas di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2020 dan Tuymaada International Olympiad (Tuymadaa). Dok Ipeka BSD
    Jakarta: Stanve Avrilium Widjaja, siswa kelas 12 SMA Kristen Iman, Pengharapan dan Kasih (Ipeka) BSD menyabet emas di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2020. Ia juga meraih emas pada ajang Tuymaada International Olympiad (Tuymadaa).

    "Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dapat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang IMO 2020 dan Tuymaada 2020," ungkap Stanve melalui siaran pers Ipeka BSD, Senin, 19 Oktober 2020.

    Stnave mengatakan, meraih medali di IMO merupakan impian setiap penggemar matematika di dunia. Raihan sempurna sekaligus label absolute winner dan Gold Medal di ajang Tuymaada juga merupakan kebanggaan tersendiri. 

    "Apalagi dapat bersaing dengan negara-negara kuat seperti China, Amerika dan Rusia pada IMO dan Tuymaada," ujarnya.

    Baca: Tim UGM Raih Prestasi Ajang Riset Teknologi di Australia

    Kepala Sekolah SMA Kristen Ipeka BSD, Kristhianto Nathanael Kainama bersyukur atas torehan prestasi membanggakan tersebut. Torehan prestasi Stande bukan hanya membanggakan sekolah, tapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

    "Prestasi Stanve tentunya tidak lepas dari doa, bimbingan, dan dukungan banyak pihak. Stanve telah membuktikan bahwa dengan semangat juang yang tinggi, kegigihan, kerja keras dan ketekunan pada bidang yang diminati akan mampu membuahkan hasil yang manis," ujar Kristhianto.
     
     

    Sementara itu, Koordinator Lokasi Sekolah Kristen Ipeka BSD, Andriani Winoto menyatakan komitmen sekolah dalam mendukung prestasi siswa. Ipeka BSD siap mendorong setiap murid mengembangkan diri sesuai dengan bakat, talenta, minat, serta kemampuan yang dimiliki.

    "Siswa diberikan kesempatan yang luas untuk meng-eksplorasi minat dan kemampuan dengan ikut serta dalam berbagai ajang perlombaan, baik di bidang sains, bahasa, olahraga dan bidang lainnya”, ujar Andriani.

    Andriani berharap prestasi Stanve dapat menginspirasi banyak siswa lain, baik di bidang akademis, maupun di bidang apapun yang diminati. Sifat tidak mudah menyerah, gigih menekuni dan mengembangkan diri di bidang yang diminati kiranya dapat diteladani. 

    "Serta semoga prestasi ini juga dapat menjadi bekal untuk semakin maju dan menjadi berkat bagi banyak orang," ungkap Andriani.

    IMO 2020 diikuti 616 peserta dari 105 negara. Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat menjadi kompetitor terberat. Yang lebih membanggakan, ini merupakan keikutsertaan yang pertama bagi Stanve pada ajang olimpiade matematika paling bergengsi di dunia tersebut. 
    Capaian ini amat jarang diraih peserta dari negara lain. Sebab, umumnya peraih medali emas merupakan peserta yang telah mengikuti IMO tahun sebelumnya. Raihan medali emas sekaligus menempatkan Stanve ke peringkat 22 dunia, atau yang terbaik dari seluruh peserta asal Indonesia.

    IMO merupakan olimpiade sains internasional tertua yang pertama kali diadakan pada 1959. Pada tahun ini, perhelatan IMO diadakan pada 20 hingga 28 September 2020 secara daring. Mekanismenya, peserta akan diawasi oleh kamera secara daring dan didampingi oleh pengawas profesional dan berpengalaman. 
     
     

    Proses menuju IMO dimulai dari seleksi sekolah dan Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) 2019. Peserta-peserta terbaik dari setiap kabupaten/kota dapat mewakili daerahnya untuk mengikuti seleksi provinsi. 

    Lalu, terpilih 77 peserta terbaik se-Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Pada 2019, OSN diadakan di Manado dan terpilih sekitar 31 anak peraih medali untuk dipanggil mengikuti Pelatnas. Dari Pelatnas tersebut, dipilih 6 orang yang berhak mewakili Indonesia di ajang IMO 2020.

    Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang IMO sejak 1988 hingga 2020, baru lima orang siswa yang berhasil meraih medali emas. Pada awal keikutsertaan, tidak ada peserta Indonesia yang berhasil menjawab satu soal pun secara sempurna.

    Baca: Cerita Tenaga Pendidik IPB yang Menjadi Ahli Hypnoterapi

    Butuh waktu empat tahun hingga ada peserta Indonesia yang berhasil menjawab satu soal secara sempurna dan butuh delapan tahun untuk Indonesia berhasil mendapatkan medali perunggu (bronze) pertama. Indonesia baru berhasil meraih medali emas pertama di IMO pada 2013, atau setelah 25 tahun ajang itu digelar, 

    Sedangkan, Tuymaada International Olympiad (Tuymaada) merupakan kompetisi internasional tahunan yang diadakan di Rusia untuk siswa berusia di bawah 18 tahun. Ajang ini iikuti 151 peserta dari tujuh negara, di antaranya Rusia, Kazakhstan, dan Iran.

    Pada tahun ini, Tuymaada diadakan secara daring dari 1 hingga 6 Oktober 2020 yang difasilitasi oleh kamera super sensitif untuk mengawasi para peserta. Pada Tuymaada 2020, dari 21 peserta Indonesia hanya Stanve yang berhasil meraih emas. Stanve juga mendapat predikat Perfect Scorer sekaligus absolute winner atau peringkat pertama.

    (AGA)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id