comscore

Kisah Patir Pratama si 'Penulis Ijazah' dan Tulisan Tangan 'Ajaib'-nya

Ilham Pratama Putra - 29 Juni 2022 18:29 WIB
Kisah Patir Pratama si Penulis Ijazah dan Tulisan Tangan Ajaib-nya
Patir Pratama saat sedang menulis ijazah. Foto: Instagram
Jakarta: Patir Pratama mengaku bersyukur dikarunia Tuhan kemampuan menulis tangan yang indah.  Lewat kemampuan menulis tangannya itu, ia dipercaya banyak sekolah untuk menjadi penulis Ijazah, sebuah 'profesi' yang tidak terbayangkan oleh Patir sebelumnya.

Profesi yang kini menjadi pekerjaan sampingan tersebut menuntun Patir untuk menulis nama dan sejumlah data sekolah serta peserta didik yang telah lulus di atas lembaran ijazah.
Patir telah menggeluti dunia menulis ijazah sejak 2010.
Saat itu ia bahkan masih duduk di bangku kelas 3 SMA.  "Karena sejak zaman sekolah aku termasuk orang yang hobi menulis dan Alhamdulillah Tuhan memberikan karunia berupa tulisan yang kata orang rapi, sekitar tahun 2010 pernah diminta ayah angkat untuk menggantikan beliau menulis ijazah, itu pertama kali aku menulis Ijazah dan dari situ pula aku diajarkan bagaimana caranya untuk memperbaiki Ijazah apabila ada kesalahan dalam penulisan," kata Patir kepada Medcom.id, Rabu 29 Juni 2022.

Selain untuk membantu ayah angkatnya, kemampuan itu juga turut menambah uang sakunya. Waktu itu uang yang ia dapat menjadi tambahan jajan ketika masih sekolah

"Upah yang aku terima dalam penulisan ijazah sekitar Rp25 ribu per lembar ijazahnya. Namun upah ini biasanya berbeda-beda di tiap-tiap daerah," sebut dia.

Saat ini, selain sebagai penulis ijazah, Ia juga bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kalimantan Selatan yang bergerak di bidang Jasa Angkutan Batubara, minyak dan gas. Saat ini menulis ijazah merupakan pekerjaan sampingan bagi Patir.

"Jadi menulis sebenarnya hanya kerja sampingan aku. Karena biasanya job untuk menulis ijazah ini hanya setahun sekali," terang dia.

Patir mengaku jika untuk kemampuan menulis itu dipelajarinya secara otodidak. Untuk menambah kemampuan dalam menulis biasanya ia mencari beberapa referensi jenis tulisan atau font dari media sosial yang kemudian dipelajari secara otodidak.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika sistem kerja untuk penulisan ijazah ini biasanya dari pihak sekolah menghubungi via direct message (DM) di Instagram atau langsung datang ke rumahnya. Nantinya ia tinggal mempersiapkan alat yang dibutuhkan.

"Alat tulis atau pena yang digunakan biasanya khusus, terutama yang tintanya tidak menyebar dan cepat kering," ujar lulusan SMA tersebut.

Patir pun mengungkapkan jika proyek terbesarnya datang pada tahun 2020. Ia sempat mengerjakan sekitar 100 lembar lebih Ijazah dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, dalam menulis rapi yang ia lakukan sangat dibutuhkan ketenangan pikiran, kehati-hatian dan fokus. Terlebih banyak pekerjaan menulis yang membuatnya rela bergadang untuk mengejar dead line yang ditentukan dari sekolah.

"Aku lulusan SMA, untuk kegiatan menulis ini sebetulnya siapa saja bisa melakukannya tanpa harus memiliki background sekolah yang tinggi, selama ada kemauan dan kesabaran untuk terus belajar," pungkas dia.

Baca juga: Keren! 2 Peneliti UGM Terpilih dalam Program Kepemimpinan Ilmuwan Kelas Dunia

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id