Sapuangin ITS Peringkat Dua di Autonomous Programming SEM Asia 2021

    Citra Larasati - 05 April 2021 17:46 WIB
    Sapuangin ITS Peringkat Dua di Autonomous Programming SEM Asia 2021
    Foto: ITS/Humas



    Jakarta:  Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi berskala internasional. Dengan mengembangkan jalur lintasan dan skema mengemudi melalui programming, tim kebanggaan ITS tersebut berhasil meraih juara kedua pada kompetisi Autonomous Programming Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2021.

    Ketua Divisi (Kadiv) Electrical Tim Sapuangin ITS. Muhammad Samsul Arifin mengatakan, dalam perlombaan kali ini, Tim Sapuangin ITS menunjukkan performa dari Divisi Electrical-nya.  , Timnya mengembangkan jalur lintasan, persepsi, serta algoritma kontrol untuk kendaraan otonom pada perlombaan ini dengan menggunakan Robot Operating System (ROS) versi Melodic.






    Lebih lanjut, kata Samsul, kode yang telah dibuat dari ROS kemudian dijalankan menggunakan Microsoft Airsim pada unrealengine.  Samsul tersebut juga menyebutkan, bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa C++ dan Phyton dengan basis sistem operasi Ubuntu Linux 18.04.

    Mahasiswa semester 8 Departemen Teknik Fisika tersebut juga mengatakan, bahwa karya yang dilombakan ini merupakan karya baru yang belum pernah dibuat Tim Sapuangin sebelumnya. “Tim kami benar-benar memulai dari nol dalam membangun simulasi untuk kompetisi ini,” kata Samsul.

    Baca juga:  4 Mahasiswa FKIP UNS Juara Kompetisi Video Pembelajaran Kreatif

    Walaupun baru kali pertama mengikuti perlombaan sejenis Autonomous Programming ini, Tim Sapuangin ITS tetap berhasil membuktikan kebolehannya.

    Staff External Relation Tim Sapuangin ITS Rida Ayu Arfianti, menjelaskan kategori penilaian pada perlombaan ini. Penilaian efisiensi ini dibagi menjadi empat yaitu mengenai waktu dan jarak tempuh, konsumsi energi, serta CPU Usage.

    Selain efisiensi, dinilai juga mengenai goals yang diperoleh selama simulasi. Poin dari keduanya kemudian diakumulasi untuk menjadi poin akhir. “Tim kami memperoleh 41 poin dan akhirnya menduduki juara kedua,” ungkap mahasiswi asal Blitar tersebut.

    Setelah menjuarai perlombaan yang sebelumnya belum pernah diikuti, Rida berharap agar ke depannya Tim Sapuangin dapat mengikuti kompetisi sejenis. “Karya yang telah kami buat ini akan disimpan dan menjadi patokan pengembangan untuk kompetisi tahun depan,” pungkas mahasiswa angkatan 2018 ini. 

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id