3 Guru Ungkap Sosok Nadiem Semasa Sekolah di SD Al Izhar

    Ilham Pratama Putra - 25 November 2021 14:28 WIB
    3 Guru Ungkap Sosok Nadiem Semasa Sekolah di SD Al Izhar
    Mendikbudristek Nadiem Makarim di JIexpo Kemayoran. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.



    Jakarta: Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengundang sejumlah guru ke acara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2021 di Jakarta International Expo. Dari sejumlah guru yang hadir itu, terdapat tiga guru yang pernah mengajar Nadiem ketika masih di jenjang Sekolah Dasar. 

    "Hari ini ada tiga guru SD saya waktu sekolah di Al-Izhar, Pondok Labu," kata Nadiem di JIExpo, Jakarta, Kamis, 25 November 2021.

     



    Nadiem pun mengundang tiga gurunya ke atas panggung untuk mengenang masa sekolahnya. Ketiga guru tersebut ialah Ina, Nina dan Anwar.

    Nadiem pun menanyakan seperti apa dirinya dulu ketika bersekolah dan diajar oleh ketiga guru tersebut. Salah seorang guru, Anwar menjelaskan jika Nadiem ketika SD ialah siswa yang kritis. "Dia (Nadiem) itu dulu banyak sekali bertanya, tanya apa saja, kritis sekali," tutur Anwar.

    Baca: HGN 2021, Nadiem: Merdeka Belajar Sekarang Milik Anda

    Selanjutnya, Nadiem pun melempar tanya kembali, apakah gurunya dulu menyangka anak didiknya akan menjadi menteri. Guru Ina menjelaskan jika sebenarnya Nadiem telah menampakkan diri sebagai seorang pemimpin.

    "Kalau menteri mungkin enggak, tapi bakal jadi pemimpin iya. Kelihatan dia itu kritis, dan banyak idenya, inovasinya," ungkap Ina.

    Sementara, guru Nina menerangkan jika Nadiem adalah anak yang menggemaskan ketika sekolah. "Nadiem itu selalu ceria, banyak tanya, dan tidak pernah menunjukkan wajah sedih," tutur Nina.

    Setelahnya, beberapa potret Nadiem ketika bersekolah dulu dimunculkan. Nadiem masih mengingat beberapa teman kecilnya di dalam potret tersebut.

    Di potret terakhir, Nadiem berfoto bersama teman-temannya juga dengan gurunya Anwar. Anwar mengingatkan jika foto itu diambil saat Nadiem dan teman-temannya selesai ujian akhir di kelas enam yang saat itu disebut Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas).

    "Nah ini dulu saya Ebtanas nilainya baik loh. Jadi bukan nilai saya jelek makanya saya hapuskan Ujian Nasional. Saya dulu ikut, dan sebagai menteri saya yang menghapuskannya," seloroh Nadiem.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id