Terinspirasi Drakor, Alumnus Unair Sukses Punya 'Griya Sehat' Sendiri

    Citra Larasati - 30 September 2020 09:09 WIB
    Terinspirasi Drakor, Alumnus Unair Sukses Punya 'Griya Sehat' Sendiri
    Alfiyah Kharomah saat menjadi narasumber pada Forum Inspirasi Battra Unair. Foto: Zoom
    Jakarta:  Program Studi (prodi) Pengobat Tradisional (Battra) menjadi salah satu jurusan yang menjanjikan di masa depan.  Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan produk yang berasal dari alam kian tersebut.

    Lulusan dari prodi Battra tidak hanya berkiprah sebagai terapis di pelayanan kesehatan, tapi juga bisa mandiri dengan mendirikan griya sehat sendiri yang bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

    Seperti kisah Alfiyah Kharomah, pemilik Griya Sehat Alfa Syifa. Alfiyah yang juga merupakan alumnus prodi Battra Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (FV Unair).   

    Ia membagikan perjuangannya semasa kuliah.  Alfiyah menceritakan bahwa awal mula dirinya memilih prodi Battra karena terinspirasi serial drama Korea yang ditontonnya.

    “Dulu pada saat ada penerimaan mahasiswa baru, waktu itu 2006 saya nonton film korea yang lagi ngehits banget. Judulnya Jewel in The Palace,” ucap Alfiyah dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 September 2020.

    Baca juga:  Berkat Mangga, Mahasiswa UIN Yogyakarta Bakal Terbang ke Finlandia

    Drama tersebut bercerita tentang kisah seorang dayang yang menjadi tabib. Drama itu menampilkan tentang akupuntur, bagaimana cara meracik herbal. "Kok saya tertarik gitu ya dan akhirnya dari awal saya sudah menentukan pilihan saya di Battra,” imbuhnya.

    Padahal saat itu, Alfiyah menjelaskan bahwa orang tuanya mengarahkannya untuk memilih jurusan selain Battra. “Padahal ya waktu itu orang tua Saya sudah memberi pilihan di jurusan matematika dan beberapa jurusan lain. Tapi, itu bukan passion Saya,” ungkap warga Sidoarjo tersebut.

    Banyak ilmu yang Alfiyah dapat saat menimba ilmu di Prodi Battra Unair yang kala itu masih di bawah naungan Fakultas Kedokteran. Ilmu yang didapat semasa kuliah tersebut menjadi bekal bagi dirinya untuk mengembangkan griya sehat yang saat ini dikelolanya.

    “Awal masuk Battra itu saya cukup terkejut ya. Padahal maksud saya masuk Battra itu untuk belajar akupunturnya. Ternyata malah dikasih lebih dari itu. Ada akupuntur, herbal, massage, akupresur. Jadi komplit,” jelasnya.

    Membagi waktu antara pendidikan dan kegiatan organisasi berhasil dilakukan Alfiyah semasa kuliah. Ia juga tidak menyangka bahwa drama korea yang ia tonton dulu mengantarkannya memiliki griya sehat sendiri.

    Meski perjuangannya mendirikan griya sehat tidak mudah, namun ia tak pernah menyerah.  “Saya percaya jika perjuangan itu akan menemui titik kebahagiaan. Ketika berada di titik kebahagiaan itu rasanya luar biasa sampai mengeluarkan air mata,” terangnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id