comscore

Robot Karya ITS Sabet 10 Penghargaan di Ajang Robotik Internasional

Arga sumantri - 10 Desember 2021 19:26 WIB
Robot Karya ITS Sabet 10 Penghargaan di Ajang Robotik Internasional
Salah satu robot buatan tim ITS yang beprestasi di ajang robotik internasional. Foto: Humas ITS.
Surabaya: Robot terbang karya tim robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menyaber 10 penghargaan dalam FIRA SimulCup 2021 secara daring dengan tuan rumah Brazil. Penghargaan internasional ini didapat oleh robot terbang Bayucakra dan robot humanoid Ichiro.

Perwakilan pembimbing Tim Robotika ITS Atar F Babgei menerangkan, Fira SimulCup merupakan bentuk adaptasi pandemi covid-19 dari kompetisi robotika bergengsi tingkat internasional, FIRA RoboWorld Cup. Terakhir, ajang ini diadakan pada 2019 lalu. 
Ajang ini disulap sebagai kompetisi simultaneous yang terselenggara serentak dari berbagai lokasi di seluruh dunia dari masing-masing negara peserta serta homebase di Brazil, Korea Selatan, dan Taiwan. 

"Berkaca pada kondisi saat ini, kami memilih untuk berkompetisi secara daring dari kampus," jelas Atar mengutip siaran pers ITS, Jumat, 10 Desember 2021.

Atar mengatakan, kompetisi ini disajikan untuk kategori setingkat mahasiswa (pro) dan pelajar (youth). Tim Robotika ITS mengirimkan Tim Bayucaraka divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL) yang berkompetisi pada bidang Air Simulation Competition – Pro. Kemudian, tiga robot Tim Ichiro untuk bidang HuroCup – Pro. 

"Tim Ichiro sendiri bertanding dalam nomor lomba Sprint, Basketball, Weight-lifting, serta Archery dengan satu robot besar (adult size) dan dua robot kecil (kid size)," ujarnya.

Baca: UGM Kembali Jadi Kampus Terbaik dalam Pengelolaan Mahasiswa

Singkatnya waktu persiapan setelah berlaga dalam kompetisi nasional, Tim Bayucaraka berhasil menyabet juara pertama. Menurut dia, dalam bidang Air Simulation Competition tersebut peserta ditantang untuk mengatur programming simulasi robot terbang secara virtual yang dapat melewati moving obstacle berupa gerbang yang bergerak. 

"Simulasi ini diulangi sebanyak tiga kali, kemudian dicatat hasil waktunya," terangnya.

Menurut Atar, dibandingkan kompetitornya, simulasi Tim Bayucaraka berhasil 100 persen untuk melewati gerbang tersebut dengan raihan waktu tercepat sehingga berhasil meraih gelar juara. Model kompetisi seperti ini diakui tim memberikan tantangan tersendiri karena tidak menggunakan bentuk fisik, melainkan simulasi seperti halnya yang mereka lakukan saat latihan. 

"Sulitnya lagi, kami terbatas dengan spesifikasi tertentu dari panitia sehingga banyak yang tidak sesuai dengan riset kami sebelumnya," ungkapnya.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id