Mahasiswa UNS Inisiasi Rumah Belajar Gratis

    Antara - 10 Juli 2020 22:07 WIB
    Mahasiswa UNS Inisiasi Rumah Belajar Gratis
    Mahasiswa UNS Sofia Oka Rodiana mengajar anak di rumah belajar gratis. Foto: Antara
    Solo: Sofia Oka Rodiana, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menginisiasi rumah belajar gratis. Ia menyulap kawasan di tempat tinggalnya di Dusun Becok, Desa Kartoharjo, RT 32 RW 9, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur jadi rumah belajar gratis.

    "Kenapa saya menggagas ini, berawal dari keresahan orang tua siswa karena anaknya harus mengikuti pembelajaran jarak jauh," kata mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Solo, Jumat, 10 Juli 2020.

    Ia mengatakan, selain harus tetap berada di bawah pengawasan orang tua, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan sejak terjadinya pandemi covid-19 ini juga membutuhkan koneksi internet yang cukup. Padahal, mayoritas masyarakat di dekat kediamannya bekerja di sawah, sehingga anak-anak dibiarkan bermain tanpa adanya jam belajar.

    "Ketika anak-anak dipegangi 'handphone', mereka justru membuka permainan, YouTube, dan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pelajaran. Awalnya saya hanya mengajar dua orang saja, kemudian lama-kelamaan bertambah banyak hingga 30 murid," ujarnya.

    Ia mengatakan dengan para siswa mengikuti pembelajaran darinya. Mereka juga bisa memanfaatkan jaringan internet dengan lebih efektif.

    Baca: Dosen UGM Terpilih Jadi Wapres Asosiasi Panas Bumi Internasional

    "Kondisi kami kan ada di desa, di sana koneksi internet juga terbatas sehingga berpengaruh pada pembelajaran daring. Jadi orang tua menyarankan agar anak-anak ini diajarkan secara langsung," katanya.

    Ia mengatakan para siswa yang diajarnya tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok dengan masing-masing diberikan durasi pelajaran selama 1,5 jam. "Jadi total setiap hari saya mengajar selama 4,5 jam. Untuk tempatnya saya memanfaatkan musala desa," katanya.

    Sementara itu, ia juga aktif memberikan edukasi mengenai bahaya covid-19 dan mengajak para siswa untuk selalu menaati protokol kesehatan. Ia juga mengadakan program pembuatan penyanitasi tangan dari bahan kimia yang aman. Produk hand sanitizer tersebut didistribusikan kepada masyarakat di lingkungan rumah, terutama masjid dan musala.

    "Saya menggunakan alkohol 70 persen, glyserin, aquades, pewangi, atau fragrance lemon dan stroberi," katanya.

    Sofia mengaku mendapat dukungan dari UNS. "Mengenai program ini saya juga dapat bantuan juga dari UNS melalui kegiatan relawan covid-19 sehingga dapat memudahkan langkah saya," ujarnya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id