Jalan Terjal Alfin Syadad Menembus Teknik SIpil UGM Tanpa Tes

    Citra Larasati - 24 Juni 2021 09:45 WIB
    Jalan Terjal Alfin Syadad Menembus Teknik SIpil UGM Tanpa Tes
    Alfin Syadad diterima di Teknik Sipil UGM tanpa tes. Foto: Dok. UGM



    Jakarta:  Terlahir dari keluarga sederhana dengan ekonomi pas-pasan tak menyurutkan langkah Alfin Syadad, 18 tahun, untuk mengejar mimpinya mengenyam pendidikan tinggi. Meski terjal, namun akhirnya ia bisa menembus Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) tanpa tes.

    Bahkan, ia menjadi kandidat penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang nantinya akan membebaskannya dari biaya kuliah selama delapan semester.  Alfin merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan Afrinaldi, 60 tahun dan Wirdawati, 51 tahun.

     



    Alfin berasal dari Jorong Tigo Suku, Nagari Paninjauan, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat.  Ayahnya merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga yang sehari-hari bekerja di bengkel las milik saudara di kawasan Bukittinggi.

    Pendapatan yang diperoleh pun terbilang pas-pasan untuk menghidupi istri dan kelima anaknya.
    “Sebelumnya papa ada usaha bengkel las untuk bikin pagar di Bukittinggi, tetapi sejak pandemi covid-19 sepi pelanggan. Akhirnya tutup usaha dan sekarang ikut paman membantu usaha bengkel las juga dengan pendapatan yang tidak menentu,” papar Alfin dikutip dari laman UGM, Kamis, 24 Juni 2021.

    Ia menceritakan, sebelum tinggal di Padang Panjang, ia dan keluarga sempat lama tinggal di sebuah kontrakan yang berada di Bukittinggi kota kelahiran sang ayah. Namun, saat ia berada di kelas dua SMP, keluarganya memutuskan untuk pindah ke kota asal ibunya di Padang Panjang karena perekonomian keluarga yang kurang stabil.

    Baca juga:  Kisah Firda, Mahasiswi UNAIR Juara Putri Pendidikan Jawa Timur

    Tak jarang saat SMA ia terpaksa tidak masuk sekolah karena tidak memiliki ongkos untuk naik ojek. Setiap harinya Alfin menggunakan jasa ojek untuk mengantarkannya sampai sekolah di SMAN 1 Padang Panjang.

    Alfin sempat merasa lelah menjalani hidup yang serba pas-pasan. Terkadang ia merasa iri melihat teman-temannya yang hidup dalam kecukupan.

    “Ya kadang sempat ngeluh sama diri sendiri, melihat teman-teman bisa beli ini itu sementara aku tidak bisa. Kata mama ini cobaan hidup biar kamu lebih semangat di masa depan,” ungkapnya.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id