Prof. Ir. I.N.G Wardana

    Produktif di Scopus Ala Ilmuwan Paling Berpengaruh Indonesia

    Intan Yunelia - 17 Januari 2020 17:37 WIB
    Produktif di Scopus Ala Ilmuwan Paling Berpengaruh Indonesia
    Profesor. Ir. Wardana dosen UB terproduktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah terindeks Scopus. Foto: UB/Humas
    Jakarta: Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Prof. Ir. I.N.G Wardana menjadi dosen dengan jumlah publikasi ilmiah terindeks Scopus terbanyak di UB.  Ilmuwan ke-87 paling berpengaruh di Indonesia ini mencatatkan 115 jurnal yang tercatat dalam indeks jurnal internasional bergengsi tersebut.

    Profesor di bidang teknik ini pun berbagi kiat mengenai produktif dalam menulis jurnal.  Menurutnya, tugas utama dosen sejatinya adalah menerapkan Tridarma Perguruan Tinggi.  Dosen harus membangun konsep atau ide.  Konsep ini bisa didapat jika dosen tersebut memanfaatkan waktu dengan baik.

    Sebagai profesor, ia mengaku memiliki tugas bukan hanya mengajar kuliah, tapi juga penelitian, pengabdian, menjadi pembicara di seminar, rapat, dan lainnya. "Cara saya supaya bisa terus produktif menulis adalah ketika pagi hari saya tiba di kampus, biasanya saya langsung duduk di depan komputer, mengerjakan pekerjaan sambil berpikir ide apa yang bisa saya aplikasikan ke dalam sebuah tulisan. Ketika menulis sudah menjadi habit, hal ini akan menjadi mudah," papar Wardana dalam siaran pers, Jumat, 17 Januari 2020.

    Mantan Ketua Program Studi S3 Teknik Mesin UB ini menyebutkan, hal utama yang paling penting dalam penulisan jurnal adalah konsep atau ide jurnal.  Baru kemudian tulisan tersebut didukung dengan data scientific berupa teori dan data lapangan.

    "Data tersebut kemudian diverifikasi," imbuhnya.

    Ia menambahkan, sejak 2008, seluruh mahasiswa S3 Teknik Mesin UB diwajibkan untuk menulis jurnal.  Hal ini akan menjadi pendukung ketika dia menjadi dosen yang produktif dalam menulis jurnal.

    Produktivitas inilah yang membuat FT UB menjadi fakultas dengan posisi pertama terbanyak dalam publikasi jurnal ilmiah.  "Saya tidak ada target setiap bulan harus publikasi berapa jurnal. Target saya adalah memberi pencerahan ilmu kepada mahasiswa ataupun peserta seminar saat saya menjadi pembicara sebanyak mungkin.  Harapannya, saya juga tercerahkan dengan feedback yang diberikan," ujar Wardana.

    Profesor yang menduduki posisi ke 87 ilmuwan berpengaruh di Indonesia itu berpesan kepada seluruh dosen di UB, agar mengaplikasikan Tridarma semaksimal dan sebaik mungkin.  Tak lupa, seluruh dosen harus menyamakan visinya sehingga bisa membuat UB masuk ke ranking dunia.

    "Jadi pesan saya, semua dosen harus bisa berpikir konseptual.  Dosen di UB sekitar 2000-an kalau 10-30 persen saja bisa menerapkan ini, itu sudah hebat. Kalau 25 persen saja kita mampu membangun konsep, tiap bulan bisa 300 jurnal, lalu kalau lanjut 50 persen maka ada sekitar 1.500 jurnal per bulan yang akan publikasi, bayangkan jika ini terwujud, UB akan menjadi lebih unggul," papar Wardana.

    Alumni Keio University ini membeberkan, selain menulis jurnal, ia juga pernah mendapatkan penghargaan International Association of Advanced Materials (IAAM) Scientist Medal yang diberikan pada peneliti dengan riset yang menonjol dalam bidang Ilmu dan Teknologi terkait Advanced Materials.

    Wardana dianugerahi medali pada gelaran European Advanced Materials Congress di Swedia, 23 Agustus 2017.  Saat itu ia diundang juga sebagai pembicara untuk menjelaskan inovasi yang ia ciptakan, yaitu membuat alat yang mengubah minyak jelantah menjadi hidrogen.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id