comscore

2 Dosen IPB Masuk Top 100 Ilmuwan Indonesia di Bidang Bisnis dan Manajemen

Citra Larasati - 20 Januari 2022 16:50 WIB
2 Dosen IPB Masuk Top 100 Ilmuwan Indonesia di Bidang Bisnis dan Manajemen
Dosen IPB, Ujang Suwarwan (kiri) dan Mukhamad Najib (kanan). Foto: Dok. IPB
Jakarta:  Dua dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University diakui sebagai Top 100 ilmuwan Indonesia dalam bidang Bisnis dan Manajemen. Kedua dosen tersebut masuk dalam daftar pemeringkatan dunia yang dikeluarkan oleh AD Scientific Index (Alper-Doger Scientific Index). 

Mereka adalah Prof. Ujang Sumarwan dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) dan Dr. Mukhamad Najib dari Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).
Basis penilaian dan pemeringkatan ilmuwan seperti yang dilansir dari laman AD Scientific Index adalah dilihat dari produktivitas dan efektivitas kerja peneliti dalam lima tahun terakhir. Sejumlah indikator yang disajikan dalam dalam pemeringkatan ini di antaranya adalah h-index, i10 index, dan sitasi.

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh AD Scientific Index tentang Top 100 Scientists 2022 diketahui bahwa Ujang Sumarwan memiliki H-index: 21 dengan I10: index: 46 dan sitasi: 6871. Sementara Mukhamad Najib memiliki H-index: 19 dengan I10 index: 43 dan sitasi: 1647.

Capaian nilai tersebut telah menempatkan Ujang dan Najib dalam urutan ke 39 dan 58 dari Top 100 Ilmuwan bidang Bisnis dan Manajemen di Indonesia tahun 2022.  Ujang Sumarwan selama ini dikenal sebagai pakar marketing dengan pengalaman publikasi yang sangat banyak.

Sejauh ini Ujang telah menerbitkan banyak buku yang menjadi rujukan di berbagai kampus di Indonesia. Selain menulis buku dan publikasi di berbagai jurnal ilmiah, Ujang juga aktif menulis di media masa baik koran maupun majalah.

Ujang yang juga Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University ini dipercaya menjadi Presiden Asian Association of Consumer Interest and Marketing (AACIM).

Baca juga:  Top! IPB University Borong 7 Penghargaan di Anugerah Diktiristek 2021

Sementara Najib memiliki keahlian di bidang strategic marketing dengan fokus riset dan publikasi pada topik pengembangan bisnis pangan organik dan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia. Mantan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University ini selain telah menerbitkan beberapa buku juga telah menulis di berbagai jurnal nasional maupun internasional mengenai topik UKM dan pangan organik.

Saat ini Najib aktif sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Canberra, Australia.  Menurut Ujang, pemeringkatan semacam ini sangat baik untuk jadi alat evaluasi diri sebagai ilmuwan. 

"Prinsipnya saya bersyukur karena karya-karya saya selama ini mendapat pengakuan baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun yang lebih penting bagi saya, pe-ranking-an ini dapat digunakan sebagai alat evaluasi dan introspeksi diri. Sudah sejauh mana produktivitas ilmiah yang saya lakukan sebagai dosen dan sejauh mana karya saya memiliki dampak bagi masyarakat,” jelas Ujang yang juga pernah memimpin Sekolah Bisnis IPB University ini.

Sementara Najib mengungkapkan, bahwa tugas sebagai dosen bukan hanya mengajar, tapi juga meneliti dan menulis publikasi. Karya ilmiah yang dipublikasikan, menurut Najib, dapat menjadi referensi dan sumber pembelajaran bersama.

Oleh karena itu menurutnya, pemeringkatan yang dilakukan oleh AD Scientific Index ini dapat mendorong dosen-dosen di Indonesia untuk semakin produktif dalam menulis dan publikasi di jurnal yang bereputasi.


(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id