Mahasiswa Magister UI Boyong 2 Emas Cabor Catur PON Papua

    Arga sumantri - 15 Oktober 2021 21:26 WIB
    Mahasiswa Magister UI Boyong 2 Emas Cabor Catur PON Papua
    Medina Warda Aulia, mahasiswa Magister UI peraih dua emas cabor catur di PON XX PAPUA. Foto: Humas UI.



    Depok: Medina Warda Aulia, mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) angkatan 2020 menyabet dua emas sekaligus dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Medina mendapatkan emas dalam cabang olahraga catur cepat dan catur standar beregu putri. 

    Catur standar adalah permainan catur dengan jatah waktu berpikir 90 menit sejak langkah pertama. Sedangkan, catur cepat adalah nomor pertandingan catur yang memberikan waktu amat singkat kepada setiap pecatur yang bertanding. 

     



    Dalam catur cepat, waktu pikir yang diberikan kepada tiap-tiap pecatur tidak lebih dari 10 menit. Medina berhasil mendapatkan total poin 8,5 dari sembilan babak dalam kategori catur cepat dan 8,5 poin dari sembilan babak pada catur standar beregu putri.

    Medina mengatakan, kepercayaan diri adalah kunci kemenangannya. Kepercayaan diri ini dibangun dari pengalaman yang tidak sedikit, sehingga dia bisa tenang dalam menghadapi pertandingan.

    Baca: Wisudawan Termuda ITS, Jadi Sarjana di Usia 19 Tahun Pernah 2 Kali Akselerasi

    Pengalaman dan prestasi Grand Master Wanita termuda di Indonesia ini memang tidak main-main. Berhasil meraih gelar Grand Master pada usia 16 tahun, Medina pernah mendapatkan menjadi juara tiga kali dalam penyelenggaraan World School Chess Championship, pada 2008, 2009, dan 2014.

    Medina juga tercatat juara 3 Grand Europe Open di Bulgaria pada 2014. Kemudian, medali emas pada Sea Games 2019, dan memecahkan rekor dunia pada gelaran simultan catur online nonstop melawan 650 pelajar di Indonesia.

    Wanita yang memulai ketertarikannya pada catur di usia sembilan tahun ini mengatakan bahwa permainan catur sangat bermanfaat dalam melatih pola pikir yang strategis. 

    "Catur itu setiap langkahnya harus memikirkan strategi lawan dan kita. Dari banyak pilihan harus diambil yang terbaik, dan dari langkah yang kita ambil harus dipikirkan juga dampaknya bagaimana ke depan. Ini pola pikir strategis yang saya maksud," ujar Medina, mengutip siaran pers UI, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Baca: Bikin Meleleh, Wisudawati ITS Foto Pegang Ijazah di Pusara Almarhum Ayah

    Kebiasaan berpikir strategis ini pula yang menjadikannya memilih jurusan Ilmu Administrasi Negara di UI untuk jenjang sarjana pada 2015. Ia lalu melanjutkan Magister Ilmu Administrasi, peminatan Kebijakan Publik pada 2020. 

    "Proses pembuatan kebijakan publik itu tidak mudah. Harus memikirkan risiko dan faktor-faktor yang mungkin terjadi di masa depan. Ini memerlukan suatu proses berpikir yang visioner dan selangkah lebih maju, dan ini mirip dengan pola berpikir strategis yang ada di catur," ujar Medina.

    Selain berpengaruh kepada pola pikir, Medina mengatakan, catur juga telah membawa kebahagiaan tersendiri dalam kehidupannya. Catur membuatnya punya kepercayaan diri karena berhasil membawa kebanggaan bagi orang tua. Dalam usia yang relatif muda, ia juga telah berkeliling dunia. 

    Menurut Medina, hal-hal tersebut adalah suatu rezeki yang tidak banyak bisa dinikmati oleh orang-orang seusianya. Ia berharap kisah kemenangannya ini dapat menginspirasi lebih banyak lagi wanita untuk terjun ke dalam dunia catur dan membawa nama Indonesia ke tingkat dunia.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id