Dulu Jualan Kaset, Kini Jadi Sekretaris Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

    Citra Larasati - 13 November 2020 06:30 WIB
    Dulu Jualan Kaset, Kini Jadi Sekretaris Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi
    Sekretaris Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono. Foto: Zoom
    Jakarta:  Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono membagikan pengalaman dan perjalanan kariernya kepada mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University.  Agung mengaku pernah merasakan ditolak saat melamar kerja ke puluhan perusahaan bahkan sempat berjualan kaset untuk mengisi masa menganggurnya. 

    “Mau jadi apapun, harus fokus. Kalau sudah memilih, harus konsisten dan dalami. Tidak ada yang instan. Karena proses kehidupan pastinya panjang,” ujarnya membuka pembicaraan.

    Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University ini mengawali kariernya di pemerintahan sebagai pegawai bea dan cukai. Butuh waktu hingga dua puluh tahun, dari 1991 sampai 2011, hingga dirinya diangkat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

    “Tetapi prosesnya tidak singkat. Sebelum masuk ke sana, Saya pernah dua minggu keliling Bogor jadi penjual kaset karena belum ada pekerjaan. Kemudian Saya melamar kerja ke puluhan perusahaan. Jadi setiap Sabtu dan Minggu, kerjaan saya adalah membuat surat lamaran,” kenangnya.

    Agung bahkan menceritakan pengalaman lucu sekaligus menyedihkan yang sempat ia alami dalam berjuang mencari pekerjaan. Ia menuturkan, bahwa ia sempat lolos seleksi di sebuah perusahaan swasta, namun ketika duduk di lobi gedung sebelum kembali ke rumah, ada seorang ibu-ibu muda yang mendatanginya.

    “Ibu muda tersebut menegur Saya, Mas mau kerja di sini ya? Iya bu, kata saya. Jangan mas, perusahaan ini mau bangkrut, katanya. Suami Saya sudah tiga bulan tidak digaji. Jadi bayangkan, pagi itu Saya diterima, sorenya Saya pulang dengan tangan hampa lagi,” katanya.

    Baca juga:  Kuliah di UGM, Penelitian di Belanda, Wisuda di Atas Bukit Lurah Dalam

    Menurutnya, tiga faktor paling berpengaruh dalam mendukung keberhasilan dalam hidupnya adalah doa orang tua, istri tercinta, dan doa,serta usaha pribadi. “Istri saya lulusan IPB University juga, jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK). Bagaimanapun IPB University itu akan selalu menjadi bagian dari hidup Saya, karena Saya bertemu jodoh di kampus.” ujarnya.

    Tak lupa, Agung kembali mengingatkan untuk tidak mudah patah semangat jika kelak dalam proses meniti karier menemukan kegagalan. Jangan sampai prinsip hidup kita mudah dibelokkan oleh tantangan yang dialami.

    “Di sektor swasta atau pun pemerintahan, silakan, yang penting kita fokus. Di IPB University yang Saya rasakan, teman-teman yang the best itu bukan IQ-nya saja yang tinggi, tetapi EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) juga tinggi. Berdasarkan pengalaman, sepintar apapun jika perilakunya tidak baik, tidak akan bisa berhasil,” kata Agung mewanti-wanti.

    Terakhir, Agung membagikan filosofi layang-layang dalam era Industri 4.0. Ia menggambarkan knowledge, skill dan attitude sebagai orang yang memainkan layang-layang. Ia melambangkan benang yang ditiup angin sebagai tantangan cuaca, kemudian layang-layang sebagai gagasan revolusi industri 4.0.

    Artinya adalah, bahwa di dalam mencapai tujuan utama revolusi industri 4.0, kita akan menjumpai banyak halangan dan tantangan yang dalam layangan dilambangkan dengan benang yang terancam kondisi cuaca. "Namun ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik lah yang akan membantu kita untuk mampu mengendalikan layang-layang," tutup Agung.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id