Kisah Kuliah Daring Risma, Lulusan Dokter Hewan Terbaik Unair

    Citra Larasati - 07 Januari 2021 16:36 WIB
    Kisah Kuliah Daring Risma, Lulusan Dokter Hewan Terbaik Unair
    Risma Diana, lulusan dokter hewan terbaik di Unair.
    Jakarta:  Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengadakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Hewan Baru Periode Ke-165. Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, Risma Diana terpilih sebagai  lulusan terbaik di angkatannya.

    Sebagai salah satu moment yang sangat bersejarah dan dinanti-nantikan, prosesi pengambilan sumpah dokter hewan menjadi puncak dari program pendidikan profesi dokter hewan (PPDH).   Risma menyampaikan bahwa ia sangat bersyukur dapat menyandang gelar sebagai lulusan terbaik di angkatannya.

    Perjuangannya selama menempuh studi S1 dan PPDH tidak mudah, sebagai seorang mahasiswa Bidikmisi yang dibiayai oleh negara, Risma Diana mengaku harus pandai mengatur keuangan.

    “Selama studi PPDH yang dimulai bulan September 2019, saya harus melakukan praktik kerja lapangan di beberapa daerah, yang merupakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus penuh perjuangan," terang Risma dalam keterangannya, Kamis, 7 Januari 2021.

    Pada Maret 2020, seluruh kegiatan koasistensi dihentikan dan dilanjutkan dengan metode daring, pergantian metode ini cukup sulit diterima dan sempat membuat Risma stres. Terlebih karena seharusnya kegiatan koasistensi dokter hewan yang utama adalah kegiatan praktik, yang dengan daring praktik menjadi tidak optimal.

    Selama menempuh pendidikan di FKH UNAIR, sambungnya, Risma aktif dalam kegiatan organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai penunjang soft skills.

    “Saya sempat menjadi staff divisi pengabdian masyarakat Forum Mahasiswa Blitar di Surabaya dan saya aktif mengikuti kegiatan ormawa (organisasi mahasiswa) hingga semester empat. Pada 2018-2019 saya menjadi asisten dosen patologi veteriner. Saya juga aktif melakukan magang ketika liburan semester, di ntaranya magang di peternakan unggas, laboratorium dan klinik hewan untuk menambah skill dan mengaplikasikan materi kuliah,” tuturnya.

    Perempuan kelahiran Blitar ini juga menjadi lulusan terbaik Program Sarjana Periode Juni 2019.  Ia mengungkapkan, bahwa keberhasilannya hingga saat ini tidak lepas dari peran orang tua. 

    “Peran orang tua dan keluarga dalam menempuh pendidikan ini sangat besar, keluarga selalu menjadi penyemangat saya, tempat saya kembali dan yang selalu mempercayai saya apapun yang terjadi. Ibu dengan doa-doa baiknya untuk saya dan bapak sebagai tempat saya bersandar,” tandasnya.

    Baca juga:  Dosen Ini Raih Doktor Usai Teliti Sektor Perbankan di ASEAN

    Ke depan, setelah studi dan mendapat gelar dokter hewan, Risma ingin langsung bekerja dan bila ada kesempatan Ia ingin menempuh pendidikan lanjutan.

    Untuk rekan-rekan yang sedang menempuh kuliah baik pada jenjang S1 maupun yang sedang menempuh koasistensi, Risma berpesan agar tetap semangat  meskipun pandemi ini membuat seluruh pembelajaran menjadi daring dan terbatas.

    “Selalu maksimalkan media yang digunakan, bila kuliah tidak cukup, tambah pengetahuan dan perbarui pengetahuan dengan webinar yang saat ini banyak diselenggarakan secara gratis. Selalu kuatkan niat untuk belajar, segera selesaikan pendidikan dan lakukan yang terbaik,” pungkasnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id