Kompak, Saudara Kembar Ini 'Tak Terpisahkan' Hingga Wisuda Sarjana

    Arga sumantri - 21 September 2021 08:09 WIB
    Kompak, Saudara Kembar Ini Tak Terpisahkan Hingga Wisuda Sarjana
    Saudara kembar, Andari dan Andani, wisuda bersamaan di Unair. Foto: Humas Unair.



    Surabaya: Saudara kembar, A.A Istri Yuliandani dan A.A Istri Wiryaandari, lulus berbarengan sebagai sarjana farmasi Universitas Airlangga (Unair). Mereka diwisuda sebagai lulusan Fakultas Farmasi Unair pada Sabtu, 18 September 2021.

    Andani, sapaan akrabnya, mengaku sedari kecil belum pernah berbeda sekolah dengan saudara kembarnya. Ia dan Andari sama-sama menyukai pelajaran kimia dan matematika hingga akhirnya memilih jurusan farmasi. Melalui ketekunan dan kegigihannya, keduainya bisa menembus Unair melalui jalur Seleksi nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). 

     



    "Sejak TK hingga kuliah kami selalu satu sekolah," ungkap Andani mengutip siaran pers Unair, Selasa, 21 September 2021.

    Andari dan Andani mengambil tema besar skripsi, dosen pembimbing, hingga Seminar Proposal (Sempro) yang sama. Tema besar skripsi mereka sama-sama mengenai tingkat loyalitas. 

    "Yang membedakan hanyalah respondennya, Andari lebih ke apotekernya sementara saya lebih ke konsumennya," ungkap Andani.

    Baca: Mahasiswa IAIN Batusangkar Juara MTQ se-Asia Tenggara

    Andani menceritakan alasan mengambil topik tersebut sangat sederhana, yakni supaya lebih mudah melakukan survei daring dan bisa bersama-sama dilakukan dari rumah mereka yang berlokasi di Tabanan, Bali. 

    Tema ini juga diambil lantaran mata kuliah pilihan yang mereka ambil pada semester delapan, yakni Manajemen Kefarmasian II. Mata kuliah tersebut mengantarkan keduanya mengambiltema skripsi tersebut.

    Andani dan saudara kembarnya mengaku tidak lagi mengejar pencapaian personal. Yang mereka cari ialah aktualisasi diri dan kebersamaan. Ia dan Andari mengaku kerap bertukar informasi, baik tugas maupun ujian-ujian selama kuliah saat semester awal karena kelasnya berbeda.

    Namun, dengan kelas yang berbeda, membuatnya harus saling menunggu lantaran motor sebagai akomodasi ke kampus, hanya ada satu, sementara jadwalnya berbeda. Selanjutnya, gadis kembar ini memutuskan untuk menyatu pada semester berikutnya. Selain disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, Andari dan Andani juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Hindu.

    Baca: 7 Fakta Menarik Karisma Evi Tiarani, Mahasiswi UNS di Paralimpiade Tokyo 2020

    Mereka sering menghabiskan waktu bersama dengan menyanyi. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi perselisihan. Uniknya hanya perkara rebutan bantal.

    Sementara, ketika dalam situasi buruk, satu sama lain saling menjadi tempat berkeluh kesah, saling menjadi bensin supaya semangatnya terus berkobar. Terlebih hidup di perantauan mereka mengaku mengalami culture shock. Namun, mereka meyakini bahwa dengan niat dan semangat yang tinggi keduanya bisa menuntaskan studi bersama-sama.

    "Tetap semangat, mencapai gelar sarjana memang bukan perkara mudah. Selain ada niat dan semangat juga libatkanlah doa orang tua. Kemudian buat yang rantau, nikmatin aja culture shock-nya karena kalian bisa belajar berbagai logat dari berbagai daerah. Enjoy your journey, sama sempetin jalan-jalan," tutur Andari.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id