Profesor ITS Peraih Sitasi Google Scholar Terbanyak

    Citra Larasati - 07 Januari 2020 13:17 WIB
    Profesor ITS Peraih Sitasi Google Scholar Terbanyak
    Prof Ir I Nyoman Pujawan M Eng PhD. Peraih sitasi terbanyak se-ITS. Foto: ITS/Dok. Humas
    Jakarta:  Semangat berkarya tak habis dilakukan oleh Prof. Ir I Nyoman Pujawan M Eng PhD. Melalui publikasi penelitiannya, Kepala Departemen Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini berhasil mencapai jumlah sitasi Google Scholar terbanyak di ITS.

    Nyoman, sapaan akrabnya mengungkapkan, ia memiliki setidaknya 2.415 sitasi di Google Scholar, yang jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018 misalnya, ada 346 sitasi yang meningkat menjadi 356 pada 2019.

    “Jumlah sitasi sendiri menunjukkan seberapa besar dampak tulisan seseorang dalam bidang keilmuan yang ditekuninya,” kata Nyoman dikutip dari laman ITS, Selasa, 7 Januari 2020.

    Alumnus Asian Institute of Technology ini membeberkan kiat yang dilakukan untuk sampai pada capaian tersebut.  Salah satunya dengan menulis artikel ilmiah yang berkualitas dan mempublikasikannya pada jurnal yang bereputasi baik.

    Strategi ini ia lakukan bukan tanpa tujuan, pasalnya, publikasi turut berpengaruh pada jumlah orang yang membaca tulisan dan menjadikannya sebagai rujukan. “Sederhananya seperti berjualan, kalau barang kita bagus dan dipasarkan di tempat yang bagus, yang akan membeli lebih banyak,” ujar pria berkacamata ini.

    Usaha Nyoman ini membutuhkan penelitian yang serius, bahkan harus menyuguhkan penulisan yang sempurna.  Meski demikian, pria kelahiran 1 Januari ini memilih melakukan semuanya dengan integritas.

    Ia mencontohkan, tidak merekayasa sitasi dengan menyitasi tulisan sendiri secara tidak wajar. “Apabila tulisan kita masih dalam batas wajar, satu dengan yang lain akan saling berhubungan,” ungkapnya.

    Diakui Nyoman, jumlah sitasi bukanlah motivasi utamanya untuk melakukan penelitian dan publikasi.  Motivasi terbesarnya justru berkontribusi pada bidang keilmuan Manajemen Rantai Pasok.

    “Melakukan penelitian yang berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan adalah tujuan saya, saya berharap dapat meningkatkan dampak praktis bagi dunia industri,” ungkapnya.

    Lulusan S2 di Thailand ini mengingatkan, tugas utama dosen mengacu pada Tridarma Perguruan Tinggi, salah satunya penelitian.  Penelitian tersebut yang akan menghasilkan ilmu pengetahuan melalui proses penciptaan kolektif oleh peneliti di berbagai belahan dunia.

    “Kalau tulisan kita banyak dijadikan referensi, artinya tulisan kita punya dampak baik dalam penciptaan ilmu pengetahuan tersebut,” jelas pemegang posisi pertama Best Lecturer Award ITS 2009 ini.

    Ia berharap, mahasiswa ITS tidak hanya dari dari dalam kelas. Beragam sumber pengetahuan sangat mudah diakses.

    Salah satunya dengan ikut mendengarkan dosen top dunia melalui pembelajaran online. “Jangan hanya mengandalkan PPT dari dosen di kelas, belajar harus didasari atas passion, dan yang juga penting punya skills yang menonjol di bidang tertentu,” terang peraih Outstanding Service Award Industrial Engineering and Operations Management (IEOM) Society 2014 ini.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id