Mahasiswi Difabel Lulus S2 Teknik Elektro ITB

    Intan Yunelia - 22 Oktober 2019 02:34 WIB
    Mahasiswi Difabel Lulus S2 Teknik Elektro ITB
    Novita Dwi Susanti. Dok. ITB
    Jakarta: Keterbatasan fisik tak jadi penghalang Novita Dwi Susanti meraih gelar Magister (S2). Ia menjadi salah satu mahasiswi yang berhasil lulus program magister Teknik Elektro, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.

    Novita bercerita, ia lulus SMA pada 2003 dan menempuh Pendidikan D3 di Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Malang pada 2003-2006. Setelahnya, ia melanjutkan S1 Teknik Telekomunikasi Universitas Brawijaya Malang pada 2016-2010.

    Perjuangan Novita dimulai ketika ia dinyatakan menderita penyakit diabetes pada 2010. Ketika itu, ia tengah bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung. Kemudian, ia juga divonis menderita Chronic Meolyd Leukimia (CML), yaitu penyakit kanker darah putih yang mengakibatkan pendarahan di kedua matanya. 

    Novita sempat mengalami kesulitan penglihatan selama dua bulan. Setelah dioperasi, mata kanannya bisa melihat dalam kondisi juling, sedangkan mata kiri buta total.

    Setahun bekerja di LIPI Bandung, ada peraturan kalau peneliti harus punya gelar pendidikan minimal S2. Perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur itu pun termotivasi untuk melanjutkan studi S2.

    Keterbatasan fisik tak menyulutkan semangat belajar Novita. Ia memanfaatkan e-book materi kuliah untuk memahami apa yang diajarkan dosen di kelas. Novita juga tak pernah sungkan bertanya kepada dosen maupun mahasiswa lain terkait materi kuliah yang tidak dipahami.

    Meski berasal dari keluarga sederhana, ia tak pernah pantang menyerah. Terlebih, ia didukung penuh orang tua dan suaminya, yang bersedia membantu kapanpun. Novita juga punya prinsip kalau semua masalah pasti ada solusinya. Ia pun senang jika ilmunya bisa bermanfaat bagi orang lain.

    “Awalnya saya merasa tidak pantas berkuliah di sini karena banyak mahasiswa yang lebih pinter dari saya tapi akhirnya banyak yang menyemangati saya dan ada juga yang mau menggandeng saya saat belajar,” kata Novita, Senin, 21 Oktober 2019.

    Sebagai tugas akhir, Novita membuat thesis berkaitan dengan sistem sensor konsentrasi alkohol pada distilator. Setelah lulus, Novita memiliki rencana untuk mengembangkan ide bisnis pembuatan kuenya.

    Ia masih menimbang mengejar gelar S3. Sebab, kondisi mata Novita kian hari makin memburuk. “Saya berusaha untuk check up dulu, memastikan apakah saya siap untuk lanjut S3. Kalau ternyata fisik saya membaik, dan ada rezekinya, ya saya jalani,” pungkasnya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id