Sandiaga Uno Mengaku Sempat 'Culture Shock' Saat Kuliah di Amerika

    Ilham Pratama Putra - 23 Oktober 2020 19:01 WIB
    Sandiaga Uno Mengaku Sempat 'Culture Shock' Saat Kuliah di Amerika
    Sandiaga Uno. Foto: Instagram @OSC_Medcom
    Jakarta: Melanjutkan studi di luar negeri sering kali menjadi impian sebagian orang. Namun perbedaan budaya antara negara asal dengan negara tujuan studi kerap menjadi tantangan tersendiri.

    Perasaan labil akibat perubahan budaya atau culture shock itu ternyata juga sempat hinggap di sosok pengusaha muda nasional, Sandiaga Uno. Saat menjalankan studi di Amerika, Sandi mengaku sulit menyesuaikan lidah untuk memakan masakan negeri Paman Sam tersebut.

    "Saya terus terang kaget, cuaca beda, jauh dari orang tua, yang paling parah Saya enggak bisa makan masakan asrama, dan uang terbatas waktu itu," kata Sandi dalam Live Instagram OSC Talks bertema 'Meraih Summa Cum Laude di Negeri Paman Sam, di akun @OSC_Medcom, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Bahkan untuk penyesuaian, dia meminta kepada orang tuanya mengirimkan sambal khas Indonesia dan berbagai bumbu dapur lainnya. Namun, kata Sandi, penyesuaian terbesar saat studi di luar negeri bukan sekadar persoalan makanan dan cuaca.

    "Tapi culture shock di kelas, karena kita minoritas dan susah berkomunikasi. Kita harus mulai berasimilasi, bergaul dan Saya mulai dengan teman sekamar Saya, Saya enggak milih orang Indonesia sebagai teman sekamar di asrama," terang Sandi.

    Baca juga:  Rektor Unusa Beberkan Pentingnya Punya Otoritas Keilmuan

    Sandi memilih teman seorang Amerika berkulit hitam. Dia memulai membangun relasi dengan mengenalkan budaya Indonesia melalui foto-foto keindahan Bali.

    "Temen Saya itu sebesar kulkas badannya. Tapi saya mencoba bicara awalnya dengan cerita Bali. Dari situ mulai terbuka di situ ada proses dan mampu meng-handle cultur shock Saya," terangnya.

    Setelah empat bulan, akhirnya dia mengaku bisa mengatasi culture shock saat studi di Amerika. Bahkan di semester kedua dia mulai bisa mencari pekerjaan.

    "Saya mulai bekerja, sebagai asisten di laboratorium komputer. Di sini Saya lebih banyak kenal lagi dngan mahasiswa internasional di situlah kita lebih sering interaksi dan bisa mengatasi culture shock saya," tutup dia.

    Sandi akhirnya lulus dari Wichita State University dengan predikat Summa Cumlaude atau kehormatan tertinggi.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id