comscore

10 Mahasiswa ITS Berkesempatan Studi Satu Semester di Perancis

Arga sumantri - 20 Januari 2022 16:42 WIB
10 Mahasiswa ITS Berkesempatan Studi Satu Semester di Perancis
Ilustrasi. Medcom.id
Surabaya: Sebanyak 10 mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengikuti program student exchange ke University Bourgogne Franche-Comté (UBFC), Perancis yang diberangkatkan Minggu, 16 Januari 2022. Mereka akan mengikuti program ini selama satu semester hingga Mei.

Wakil Kepala DTSI ITS Nani Kurniati mengatakan, periode semester genap di kampus UBFC lebih cepat daripada kampus ITS. Sebab, pembelajaran telah dimulai sejak 17 Januari 2022. 
"Sehingga sesampainya di sana, mereka langsung berkegiatan," kata Nani mengutip siaran pers ITS, Kamis, 20 Januari 2022. 

Ia menyebutkan dari beberapa pilihan international exposure seperti joint degree ataupun double degree, DTSI memiliki ketentuan satu semester melakukan exchange. UBFC merupakan salah satu kampus untuk mahasiswa IUP yang memiliki kecocokan program dengan DTSI dari hasil pertemuan bersama Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS dan kampus terkait.

Baca: 10 Tokoh Inspiratif Indonesia yang Berprestasi di Kancah Dunia

"Kuota mahasiswa ditentukan oleh pihak UBFC dengan mempertimbangkan perkiraan biaya akomodasi," ungkap Alumnus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) tersebut.

Selama menjalani program pertukaran mahasiswa ini, kata Nani, mahasiswa berkesempatan mengikuti satu paket program yang turut mencakup aspek bahasa dan kebudayaan. Program tersebut ditempuh selama 270 jam atau sekitar 30 satuan kredit semester (SKS). 

"Di antaranya termasuk agenda industrial heritage yang berupa kunjungan ke beberapa industri di Prancis," tutur dosen pengampu Laboratorium Manufacturing Systems DTSI ITS tersebut.

Program ini juga membawakan engineering course dan innovation yang melengkapi bidang keilmuan program studi mereka. Menariknya, program tersebut menghadirkan kelas bahasa Prancis tingkat lanjut secara intensif dengan total 7 SKS tempuh, di mana mahasiswa tersebut telah kursus bahasa Prancis tingkat dasar di Institut Francais Indonesia (IFI) selama 100 jam.

"Sehingga sudah cukup mumpuni untuk mempelajari tingkat lanjutnya," ujar Nani.

Baca: Skor IELTS di Bawah 6,5? Artinya, 5 Beasiswa Ini Buat Kamu Banget

Kendati nantinya pembelajaran di UBFC akan dilaksanakan secara langsung di kampus, Nani mengungkapkan mahasiswa akan diberikan booster vaksin covid-19 dari UBFC sebagai langkah pertahanan dalam kondisi pandemi saat ini. Ditambah lagi, kota Besançon yang menjadi tempat tinggal para mahasiswa merupakan kota kecil yang tidak terlalu ramai, sehingga kekhawatiran bertemu kerumunan dapat terhindar. 

Melalui program internasionalisasi ini, Nani berharap mahasiswa bukan hanya sekadar mendapatkan pengetahuan akademik. Hal yang terpenting, menurut Nani, adalah bagaimana mahasiswa bisa beradaptasi terhadap kehidupan luar negeri dengan sistem pendidikan yang berbeda dari dosen dan mahasiswa setempat. 

Ini merupakan sebuah kesempatan belajar yang berbeda karena tidak bisa didapatkan jika hanya terlaksana secara virtual. "Semoga mereka bisa mengikuti pembelajaran dengan sebaik-baiknya serta sehat selalu sampai dengan kembali ke tanah air," ujarnya.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id