Trending Twitter, Kisah Pak Sulaiman Guru Honorer di Pedalaman Papua

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 11 Januari 2021 13:08 WIB
    Trending Twitter, Kisah Pak Sulaiman Guru Honorer di Pedalaman Papua
    Soleman Guru Honorer di Pedalaman Wamena foto: Twitter @daniellsinaga

    Jakarta:  Daniel Leonard Sinaga, pemilik akun Twitter @daniellsinaga membagikan ceritanya tentang sosok Epanggiis Soleman Hesegem (Sulaiman), 42 tahun. Dalam akunnya, Daniel menyebut Soleman sebagai Sulaiman, guru honorer Sekolah Dasar Inpres di desa Wamerek, pedalaman Pegunungan Tengah, Lembah Baliem, Wamena, Papua.  

    "Pak Sulaiman (Soleman) adalah guru honorer dan pendeta di Desa Wamerek, nun jauh di pedalaman pegunungan tengah, Lembah Baliem, Wamena," kata Daniel saat membuka cuitannya.


    Daniel menuturkan, bahwa Soleman merupakan satu-satunya guru yang mengajar di SD yang terdiri dari enam kelas tersebut.  Sementara Kepala Sekolah dan guru PNS hanya datang sebulan sekali.  

    “Beliau sudah puluhan tahun menjadi guru honorer. Bisa dikatakan beliau menjadi satu-satunya tenaga pengajar bagi anak didiknya, karena Kepala Sekolah dan guru PNS tinggal di kota. Mereka hanya datang sebulan sekali, di awal bulan atau saat ujian,” kata Daniel.

    Ia pun melanjutkan ceritanya, meski harus mengajar sendirian Soleman tidak mengeluh dengan situasi tersebut. “Tapi dari gesture dan raut mukanya, tidak sedikitpun beliau menampakkan keluhan terhadap sikap atasan dan rekan kerjanya,” jelasnya.

    Baca juga:  Ricko Mahulette, Korban Sriwijaya Alumnus Unhas dan ITB yang Gigih

    Ini bukan tanpa sebab, Soleman mengungkapkan bahwa menjadi guru adalah bentuk pelayanannya terhadap Tuhan. “Menjadi guru honorer adalah bentuk pelayanannya terhadap Tuhan, sebagaimana beliau memimpin jemaatnya di setiap ibadah hari Minggu,” sambungnya.
    Soleman sendiri selain guru honorer, juga seorang pendeta. Ia juga satu-satunya orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga sarjana di kampungnya.

    “Beliau satu-satunya orang di kampungnya yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga sarjana, berkat dukungan missionaris dan tekad kuat mendidik anak-anak Lembah Baliem agar bisa setara dengan anak anak daerah lain yang lebih maju,” terangnya.

    Daniel sempat menginap di rumah Soleman.  Guru honorer itu tinggal di rumah yang sederhana. Perpaduan bangunan semi permanen dan honai. Di rumah sederhana itu setiap harinya juga ramai anak-anak berkumpul untuk belajar atau sekadar membaca buku.

    “Setiap sore banyak anak yang berkumpul di beranda rumahnya untuk membaca buku dan belajar membaca atau berhitung, di luar jam sekolah,” ungkapnya.

    Ia pun sempat menanyakan bagaimana gaji guru honorer bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Soleman menjawab bahwa gaji guru honorer sudah sangat cukup.

    “Beliau menjawab lebih dari cukup. Karena sebenarnya beliau tidak harus menjadi guru honorer jika hanya untuk memenuhi rumah tangganya. Ladang dan kebun sudah memenuhi semua kebutuhan rumah tangganya,” tulis Daniel.

    Cerita tentang Soleman ini menjadi trending Twitter dengan hastag Pak Sulaiman.  Kisah Pak Sulaiman ini juga telah 10 ribu kali (10k) di-retweet, 562 kali di-retweet dengan komentar, dan mendapat 27,2 ribu (27,2k) likes



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id