Ubah Gulma Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan

    Daviq Umar Al Faruq - 15 April 2019 16:49 WIB
    Ubah Gulma Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan
    Tim EGI UB bersama hasil penelitiannya, UB/Humas.
    Malang:  Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) yang tergabung dalam tim Electric Green Innovation (EGI) menjadikan kiambang (Salvinia molesta M) menjadi energi listrik ramah lingkungan berbasis konservasi kawasan perairan Danau Ranu Pani Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

    Lima mahasiswa tersebut yakni Aditya Permana Putra, Aditya Aji Novtara, Arvi Wahyu Lestari, Bita Pitaloka, dan Alwan Afif Fadhillah. Kelimanya dibimbing langsung oleh dosen Restu Rizkyta Kusuma. 

    Salah seorang anggota tim, Aditya Permana Putra mengatakan, pengembangan energi listrik tersebut menggunakan Teknologi pengembangan Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) berbahan gulma air kiambang.

    "Bagian dari kiambang yang dimanfaatkan berupa klorofil karena dapat mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik," kata Aditya.

    Baca:  Terbitkan Jurnal Ilmiah Dosen UB Diganjar Rp25-100 Juta

    Penambahan Cyanobacteria hasil eksplorasi di Danau Ranu Pani dalam komponen DSSC berpotensi menambah daya keluaran listrik, karena bakteri ini mampu berfotosintesis serta mengandung klorofil a dan pigmen warna lainnya yang berpotensi dijadikan dye, dan toleran terhadap sinar UV.

    "Selain itu, bakteri ini mampu mengkonversikan foton yang lebih tinggi secara efisien," ujarnya.

    Pengembangan DSSC dipilih karena merupakan sel surya dengan pemanfaatan bahan organik yang mudah ditemukan, harga relatif terjangkau, dan memiliki kestabilan kimia yang konstan. 

    Pemilihan kedua bahan tersebut dikarenakan jumlahnya sangat berlimpah pada daerah tertentu, mudah dikembangkan, berkelanjutan, dan sebagai upaya pemberantasan gulma air di Danau Ranu Pani.

    Baca:  Baru UNS dan UB Usulkan PTN-BH di 2019

    Kiambang merupakan tumbuhan air yang tumbuh di permukaan air dengan karakteristik laju biak yang sangat cepat dengan sifat adaptasi yang tinggi di berbagai kondisi lingkungan terutama pada air buangan kegiatan industri, limbah domestik, maupun limbah pertanian.

    Berdasarkan informasi yang didapat populasi kiambang di Danau Ranu Pani saat ini sangat melimpah. Observasi yang dilakukan pada tahun 2018 menyatakan bahwa populasi kiambang di Danau Ranu Pani jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya dan hampir seluruh permukaan danau tertutupi oleh gulma air. 

    "Hal ini tentunya menimbulkan berbagai macam permasalahan lingkungan berupa pencemaran air," ungkapnya

    Di sisi lain, Tim EGI sebelumnya berhasil meraih Silver Medal dalam kategori Invention di ajang internasional. Mereka bersaing dengan 175 tim dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. 



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id