Guru Honorer Pencetus Gerakan Hemat Energi di Sekolah

    Intan Yunelia - 25 November 2019 16:09 WIB
    Guru Honorer Pencetus Gerakan Hemat Energi di Sekolah
    Rahmawati, guru honorer pencetus Gerakan Hemat Energi di Sekolah
    Jakarta: Dua puluh delapan tahun sudah Rahmawati mengabdikan diri sebagi tenaga pendidik, mulai dari tingkat kanak-kanak hingga menengah atas pernah mendapat sentuhan tangannya. Totalitas dan dedikasinya di dunia pendidikan tak perlu diragukan lagi, bahkan ia kerap mencetak sejumlah prestasi.

    Rahmawati menuturkan, darah sebagai pendidik memang mengalir deras di keluarga besarnya. Mulai dari sang ayah, suami, bahkan kerabat lainnya berprofesi sama sebagai seorang pendidik.

    Hal itu pula yang mendorong Rahmawati bercita-cita menjadi seorang guru sejak remaja.  "Saya daftar IKIP Jakarta.  Supaya nyambung background, sambil kuliah paginya saya ngajar TK jadi saya sebelum kuliah sudah mengajar di TK selama lima tahun," kata Rahmawati kepada Medcom.id, Senin, 25 November 2019. 

    Kecintaannya terhadap dunia pendidikan berbuah apresiasi manis. Beberapa kali ia mendapatkan predikat guru berprestasi nasional. Ibu empat anak ini bahkan berkesempatan menimba ilmu ke Tiongkok.  Meski kesempatan itu mengantarnya pada pilihan yang berat, meninggalkan aktivitas kesehariannya sebagai seorang guru. 

    "Kebetulan saya dapat hadiah belajar di China jadi saya harus memilih tetap di yayasan atau keluar untuk ke China. Akhirnya saya dengan berat hati memilih belajar ke China karena ini kesempatan luar biasa," terang Rahmawati. 

    Sepulang dari Tiongkok, ia tak betah berlama-lama absen dari kegiatan belajar mengajar. Ia kembali mengajar sebagai guru honorer di SMK Talenta Bangsa Sukatani, Bekasi.

    Dari titik itulah ia mulai menjadi guru penggerak kegiatan hemat energi dengan mengumpulkan siswa yang dulunya dicap nakal diubah menjadi pahlawan hemat energi. Siswa tersebut diajak untuk mengikuti lomba Gerakan Hemat Energi yang diselenggarakan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). 

    "Alhamdulillah jadi juara 1 nasional karena kami bisa menekan biaya Rp6 juta per bulan dari kegiatan mereka menghemat biaya listrik," ujar Rahmawati. 

    Gerakan Hemat Energi itu kemudian coba ditularkannya ke sekolah-sekolah lain. Lewat gerakan hemat energinya bahkan secara khusus diminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebarkan gerakan serupa ke ribuan sekolah di Tanah Air. 

    "Saya diminta ESDM untuk menyebarkan gerakan itu ke 5.000 sekolah di Indonesia. Jadi saya pilih di hari-hari libur, saya keliling-keliling Indonesia untuk menyebarkan metode hemat energi di sekolah," jelasnya. 

    Rahmawati mengaku belajar sistem hemat energi penggunaan listrik secara otodidak. Semua berawal dari membaca.  Ada tiga gerakan dasar untuk memulai hemat energi. 

    "Saya dapat dari bacaan beberapa buku bahwa salah satu upaya menghemat listrik adalah lampu dimatikan, kedua suhu ac stabil, colokan dan saklar harus terlepas," terangnya. 

    28 tahun mengabdikan diri menjadi guru, Rahmawati masih menimkati kariernya sebagai guru honorer meski telah menorehkan berbagai prestasi. Baginya pengabdian tak terbatas. Ia yakin materi akan turut mengikuti selama ikhlas dan total dalam berkarya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id