Dua Srikandi Kharisma Bangsa Raih Emas di Korsel

    Citra Larasati - 03 Agustus 2019 15:59 WIB
    Dua Srikandi Kharisma Bangsa Raih Emas di Korsel
    Tiara Salsabila (kiri) dan Anastasya Azzahra (kanan) siswi Kharisma Bangsa yang meraih emas di WICO 2019. Medcom.id/Citra Larasati.
    Jakarta:  Anastasya Azzahra dan Tiara Salsabila, dua srikandi kelas 11 SMA Kharisma Bangsa, baru saja kembali World Invention Creativity Olympic (WICO) yang digelar 25-27 Juli 2019, di Seoul, Korea Selatan.  Keduanya berhasil mengharumkan nama Indonesia, dengan menyabet medali emas.

    Kedua siswi ini memanfaatkan khasiat ekstrak daun sirih dan kemangi untuk menjawab tantangan panitia WICO yang meminta peserta untuk membuat inovasi teknologi ramah lingkungan.  Kedua ekstrak dedaunan ini memiliki banyak khasiat seperti mengandung antiseptik yang bagus buat menyembuhkan luka.

    Bahan yang mudah ditemui di Indonesia ini dibuat menjadi dua produk inovasi, yakni plester luka antiair dan krim yang mampu mempercepat penyembuhan luka. 

    Berangkat dari keprihatinan Anastasya dan Tiara atas timbunan sampah bekas plester luka yang mencapai 10 juta lembar di sebuah artikel.  Plester luka yang selama ini dengan mudah diperoleh di pasaran, kata Anastaysa, terbuat dari bahan yang tidak ramah lingkungan.

    "Setelah plester dipakai, biasanya dibuang menjadi sampah. Sampah plester ini masuk kategori sampah yang sulit terurai.  Jumlahnya mencapai 10 juta lembar setiap harinya," ungkap pengagum Buya Hamka ini.

    Baca:  Tembus Harvard Padahal Belajar Sambil Main Games

    Kemudian keduanya, di bawah pembinaan salah satu dosen dari Institut Teknologi Indonesia (ITI) mencoba membuat plester luka yang ramah lingkungan.  Ramah lingkungan, karena setelah dipakai melindungi luka, plester ini dapat "dibuang" dengan cara dilarutkan dengan air sehingga tidak menimbulkan sampah medis. 

    Meski mudah dibersihkan menggunakan air, namun plester ini tetap memiliki kelebihan layaknya plester yang sudah memiliki merek jual lainnya, yakni antiair.  Plester ini telah melalui tiga kali percobaan sebelum akhirnya dipresentasikan di hadapan juri WICO.

    "Pernah gagal, komposisinya salah jadi susah kering. Pada percobaan ketiga baru berhasil," terang Tiara.

    Ajang WICO merupakan olimpiade ilmiah yang digelar Korea University Invention Association (KUIA).  Kompetisi ini adalah festival kreativitas dan inovasi teknologi baru yang berguna bagi dunia. Pada tahun ini, ajang tersebut diikuti lebih dari 1.000 orang dari 20 negara di seluruh dunia.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id