Kotak Pendingin Ramah Lingkungan Karya ITS Juara di Korea

    Citra Larasati - 05 Desember 2019 07:07 WIB
    Kotak Pendingin Ramah Lingkungan Karya ITS Juara di Korea
    Tim ITS Peraih penghargaan di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019 di Korea. Foto: ITS/Humas
    Jakarta:  Prestasi sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kian melejit di kancah internasional.  Tim dari Departemen Teknik Industri ITS berhasil meraih emas dan beberapa penghargaan spesial pada gelaran Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019 di Korea akhir November 2019 lalu.

    Penghargaan diberikan atas gagasan kotak pendingin ramah lingkungan bernama ES-PORT yang diusung Tim ITS.  SIIF merupakan perhelatan tahunan pameran produk riset yang pada tahun ini diikuti oleh 635 inventor dari 30 negara di seluruh dunia.

    Pesertanya melingkupi kalangan mahasiswa hingga perusahaan multinasional. Gagasan produk Portable, Practical, and Eco-Friendly Storage (ES-PORT) yang merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Industri ITS ini mendapatkan penghargaan spesial dari tiga instansi, yaitu Taiwan Invention Association, Universiti Malaysia Trengganu, dan Patent Office of Cooperation Council for the Arab States of The Guils (GCCPO).

    Delegasi ITS yang dibimbing Dr Adithya Sudiarno ST MT IPM dan Ratna Sari Dewi ST MT PhD tersebut beranggotakan tiga mahasiswa lintas angkatan, yaitu Muhammad Adrian Fadhilah, Reza Aulia Akbar, dan Dito Abrar Amanullah.

    Adithya Sudiarno menuturkan, keunggulan yang menjadikan timnya meraih penghargaan spesial dari GCCPO adalah dasar konsep desain 4 in 1 practically. “Penghargaan tersebut merupakan salah satu yang mengejutkan kami,” ungkap dosen pengampu Laboratorium Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja, Departemen Teknik Industri tersebut dikutip dari laman ITS, Rabu, 4 Desember 2019.

    Lebih lanjut, jelas Adithya, konsep 4 in 1 practically yang dimaksud adalah eco design dari produk tersebut yang menggunakan bahan 100 persen Recycled High Density Polyethylene (HDPE). Hal ini berpengaruh pada penambahan kapasitas penyimpanan.

    Sehingga dengan menambah lembaran baru HDPE di beberapa bagian, maka kapasitas produk akan membesar.  Kedua, komponen pendingin yang menggunakan termoelektrik (perangkat konversi energi panas) dan ice gel.

    Kemudian penggunaan panel surya dan listrik. Serta terakhir, desain mobilitas produk yang dibuat mengacu prinsip rancangan antropometri (pengukuran dimensi tubuh manusia) agar produk bersifat ergonomis.

    Muhammad Adrian Fadhilah, salah satu anggota tim menjelaskan, produk ES-PORT telah diuji coba dan diaplikasikan langsung pada nelayan di wilayah Kenjeran, Surabaya. “Dalam pengujiannya, produk ini mampu mendinginkan hingga suhu minus 5,5 derajat celcius selama kurang lebih sepuluh jam,” jelas Adrian.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id