Satu Juta Guru Honorer Bakal Diangkat PPPK, Seleksi Dimulai 2021

    Citra Larasati - 16 November 2020 14:39 WIB
    Satu Juta Guru Honorer Bakal Diangkat PPPK, Seleksi Dimulai 2021
    Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar seleksi massal guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di 2021.  Pemerintah menyiapkan kuota hingga satu juta PPPK bagi guru honorer yang lolos dari seleksi tersebut.

    "Ini juga suatu hal gembira, kami pertama kali mengumumkan rencana untuk guru-guru honorer yang sudah berjasa tapi juga memiliki kompetensi minimum yang layak untuk bisa menjadi PPPK dan kesejahteraan yang layak di 2021.  Kami akan melaksanakan seleksi massal dengan infrastruktur TIK dari pelaksanaan Asesmen Nasional," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, dalam Rapat Kerja antara Komisi X dengan Mendikbud, Senin, 16 November 2020.

    Menurut Nadiem, semua guru honorer bisa mengikuti tes secara daring atau online untuk membuktikan kelayakan mereka menjadi PPPK.  "Bukan hanya dijamin bisa ikut tes seleksi, mereka juga akan bisa mendapatkan kesempatan hingga tiga kali untuk bisa ikut tes seleksi ini.  Jadi kalau mereka gagal pertama kali, mereka akan dapat kesempatan hingga tiga kali," ungkap Nadiem.

    Bukan hanya itu, dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud juga akan menyiapkan materi-materi atau pembelajaran mandiri secara daring bagi para guru honorer secara gratis. Nadiem menegaskan, kesempatan mengulang sebanyak tiga kali ini dinilai lebih adil, karena memberikan kesempatan yang sama serta demokratis kepada seluruh guru honorer untuk menjadi PPPK.

    "Mereka yang lolos tes otomatis dapat pengangkatan jadi guru PPPK , anggaran sudah dijamin pemerintah pusat, jadinya yang lolos seleksi tes tersebut gajinya akan dianggarkan di 2021 dan seterusnya di 2022.  Kami bisa mempersiapkan kapasitas sampai dengan satu juta guru yang lulus seleksi. Tapi harus lulus seleksi ya," papar Nadiem. 

    Saat ini yang patut diketahui, kata Nadiem, pihaknya juga sudah meminta kepada Pemda untuk mengajukan formasi.  Sebab dari data yang ada, baru 200 ribu formasi yang diajukan dari daerah.

    "Kami minta bantuan Komisi X agar setiap daerah mengajukan formasi yang lebih banyak, karena kalau lulus tesnya, individu di daerah anggaran gaji mereka akan dijamin ketersediaannya oleh pemerintah pusat," terangnya.

    Baca juga:  Bantuan Subsidi Upah untuk 1,6 Juta Guru Honorer Segera Cair

    Nadiem berharap, seleksi massal ini akan menjawab apa yang menjadi keresahan para guru honorer yang telah berjasa.  "Tapi anak-anak kita harus terlindung dengan standar minimum dengan seleksi," terang Nadiem.

    Dalam kesempatan tersebut, Nadiem juga menjawab pertanyaan sejumlah anggota Komisi X DPR tentang permintaan untuk memberikan prioritas kepada guru-guru honorer yang sudah mengabdi lama untuk menjadi PPPK.  Menjawab hal ini, Nadiem mengatakan bahwa permintaan prioritas pada guru honorer tertentu, seperti yang telah lama mengabdi maupun yang sudah berusia di atas 35 tahun sudah tidak relevan

    Sebab dengan dibukanya seleksi massal untuk seluruh guru honorer, maka semua guru tersebut memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi PPPK.  Terlebih lagi syarat untuk menjadi PPPK batas usianya bisa hingga 59 tahun, sehingga isu usia dinilai tidak relevan lagi untuk diperdebatkan.

    "Bahwa konsep diprioritaskan tersebut sudah tidak relevan di sistem tes ini. Semua guru honorer bisa ikut tes seleksinya, asal ada fasilitas mengambil tes mereka bisa ambil tes. Ini intinya harus lulus tes seleksi, enggak semuanya akan lulus seleksi," tutup Nadiem.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id