Sekolah Swasta Kekurangan Guru, Pemerintah Diminta Aktifkan Guru DPK

    Ilham Pratama Putra - 15 Oktober 2021 14:02 WIB
    Sekolah Swasta Kekurangan Guru, Pemerintah Diminta Aktifkan Guru DPK
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah



    Jakarta: Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dinilai telah banyak menyerap tenaga pendidik di sekolah swasta. Walhasil, sekolah swasta menjadi kekurangan tenaga pengajar.

    Anggota Komisi Pendidikan, Andreas Tambah pun meminta pemerintah mengaktifkan guru berstatus diperbantukan (DPK) untuk mengatasi kekurangan guru di sekolah swasta. Kebijakan itu dinilai sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan ketersedian pendidik di satuan pendidikan, khususnya swasta.

     



    "Betul, dulu namanya guru DPK, guru negeri atau ASN yang dipekerjakan di swasta," ujar Andreas kepada Medcom.id, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Hingga saat ini, pendiri Rumah Literasi 45 itu belum mengantongi data pasti berapa banyak guru di sekolah swasta yang 'dibajak' menjadi PPPK. Yang jelas, kata dia, jumlahnya cukup banyak.

    Ia menambahkan, jika terpaksa, guru swasta yang menjadi PPPK bisa dikembalikan ke sekolah asal tempat mengajar. Guru tersebut berstatus guru ASN untuk sekolah asalnya.

    "Jika terpaksa ya ada guru sekolah swasta yang direkrut maka pemerintah harus perhatikan sekolah yang bersangkutan. Karena yang kita didik adalah anak bangsa juga. Bukan hanya anak yang di sekolah negeri saja," terangnya.

    Baca: Sekolah Swasta Menjerit, Pemerintah Bajak Guru Berkualitas Jadi PPPK

    Ia mengatakan, sebagian besar kepala sekolah dan yayasan pendidikan swasta mengeluh karena sebagian guru-gurunya yang sudah 'matang' justru akan meninggalkan sekolah karena menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK.

    Menurut dia, sekolah swasta telah berusaha keras membina dan memberikan pelatihan kepada guru-guru tersebut agar memiliki kompetensi yang layak dan profesional. Bahkan, sebagian besar dari guru-guru di sekolah swasta tersebut sudah tersertifikasi.

    "Tapi apa lacur pemerintah telah merekrut mereka yang sudah 'matang' itu kini direkrut menjadi ASN," tutupnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id