Kemendikbudristek: Sekolah Boleh PTM Terbatas Meski Guru Belum Divaksin

    Antara - 02 Juni 2021 16:27 WIB
    Kemendikbudristek: Sekolah Boleh PTM Terbatas Meski Guru Belum Divaksin
    Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Iwan Syahril. Tangkapan layar.



    Jakarta: Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Iwan Syahril mengatakan sekolah boleh melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Meskipun, guru dan tenaga kependidikannya belum menjalankan vaksinasi covid-19.

    "Jika guru dan tenaga kependidikannya belum divaksinasi tetap boleh melakukan PTM terbatas, dengan seizin pemerintah daerah," ujar Iwan dalam peluncuran panduan penyelenggaraan pembelajaran untuk jenjang PAUD-Dikdasmen pada masa pandemi covid-19 di Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021.

     



    Ia menambahkan sekolah wajib memberikan opsi PTM terbatas pada tahun ajaran baru 2021/2022. PTM terbatas dilakukan dengan seizin dari orang tua atau wali murid. Jika orang tua tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas, maka bisa tetap mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    Baca: Kemendikbudristek-Kemenag Luncurkan Panduan PTM Terbatas

    Iwan menjelaskan hingga saat ini sekitar 30 persen satuan pendidikan jenjang PAUD hingga SMA telah menyelenggarakan PTM terbatas. Pelaksanaan PTM terbatas dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

    Pemerintah meluncurkan panduan untuk PTM terbatas. Iwan mengatakan panduan tersebut bertujuan sebagai alat bantu penyelenggaraan PTM terbatas. Guru dan tenaga kependidikan dapat mengontekstualisasikan panduan sesuai kondisi daerah dan satuan pendidikan yang ada.

    Panduan tersebut terintegrasi dengan menampilkan teks utama yang didukung glosarium dan sumber belajar yang membantu pembaca dalam mempelajarinya.

    Panduan itu berorientasi pada murid. dengan pertimbangan utama dalam memilih strategi yang ditampilkan pada panduan itu adalah kebermanfaatan sebesar-besarnya bagi murid. Dengan panduan itu, diharapkan dapat mengantisipasi dampak negatif dari hilangnya kesempatan belajar siswa akibat PJJ.

    Vaksin untuk Indonesia
     
    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.
     
    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga.
     
    Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id