Ibu Guru, Kapan Masuk Sekolah Lagi?

    Arga sumantri - 07 April 2021 17:56 WIB
    <i>Ibu Guru, Kapan Masuk Sekolah Lagi?</i>
    Suasana uji coba PTM Terbatas di Penajam, Passer Utara, Kaltim. Foto: Medcom.ia/Arga Sumantri



    Jakarta: "Ibu Guru, kapan masuk sekolah lagi?" pertanyaan itu yang kerap diterima Siti Maimunah, guru SDN 25 Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Siti mengaku sulit menjawab pertanyaan tersebut, karena masih menunggu instruksi pemangku kepentingan terkait.

    Siti mengatakan, banyak orang tua murid amat menginginkan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Banyak alasan yang mendasari desakan tersebut.






    "Salah satunya, ya cara belajar di rumah pasti beda dengan di sekolah. Orang tua juga mulai kewalahan" ungkap Siti kepada Medcom.id saat berbincang di SDN 25 Penajam, Penajam Paser Utara, Rabu, 7 April 2021.

    Dari sisi guru, menurut dia, pembelajaran di rumah kurang efektif. Sebab, tak semua orang tua mampu menjadi guru yang baik. Minat belajar siswa juga menjadi berkurang.

    "Ada keluhan orang tua kalau belajar di rumah anaknya enggak belajar. Lebih baik anaknya belajar di sekolah," ucap Siti.

    Baca juga:  Guru PAUD: Orang Tua Murid Ingin Cepat Tatap Muka

    Ia mengaku dapat beragam cerita dari orang tua selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Misalnya, anak sulit mengikuti perintah orang tua untuk belajar atau mengerjakan tugas dari guru.

    "Kalau diperintah orang tua, katanya banyak, bisa mengelak. Kalau sama guru bisa nurut, entah hatinya bagaimana, tapi bisa nurut lah," ungkapnya.

    Siti mengaku bersyukur di sekolahnya sudah mulai melakukan uji coba PTM terbatas. Ia berharap belajar di sekolah bukan lagi sekadar uji coba, tapi bisa terus berlangsung.

    "Harapan saya pokoknya tatap muka seterusnya. Karena lebih enak belajar di kelas daripada PJJ," ucap Siti.

    Ia menerangkan, PTM terbatas di sekolahnya sudah didahului sejumlah persiapan. Misalnya, penyediaan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan.

    Siswa yang masuk kelas juga dibatasi, hanya 50 persen dari total siswa dalam satu kelas. Sistem PTM terbatas dilakukan bergiliran. Tercatat, setiap rombongan belajar bisa PTM terbatas tiga hari dalam sepekan.

    "Ternyata mereka (murid) lebih senang di sini (sekolah), sambil bermain. Kalau di rumah mungkin suka dimarahi orang tua," ungkap dia.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id