comscore

Kemenag Tingkatkan Kompetensi Instruktur Daerah Bagi Guru RA

Citra Larasati - 06 April 2022 16:47 WIB
Kemenag Tingkatkan Kompetensi Instruktur Daerah Bagi Guru RA
Ilustrasi: MI/Susanto
Jakarta:  Kementerian Agama melalui Subdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Raudlatul Athfal (GTK RA) terus berupaya melakukan penguatan kompetensi instruktur daerah melalui kegiatan peningkatan kompetensi guru instruktur daerah pada RA.

Direktur GTK Madrasah, Kemenag, Muhammad Zain mengatakan, peningkatakan kompetensi instruktur guru madrasah membutuhkan pembinaan pelatihan dan bimbingan terhadap guru yang memililki kemampuan untuk menjadi instruktur.  "Instruktur Guru Madrasah sangatlah perlu ditingkatkan dengan adanya letihan dan bimbingan," tutur Zain dikutip dari laman Kemenag, Rabu, 6 April 2022.
Menurut Zain, hal ini penting karena melalui  instruktur diharapkan ke depannya guru-guru madrasah di tingkat daerah dan provinsi terus mendapatkan pendampingan untuk tumbuh kembangkan kreativitas guru madrasah yang profesional dan inovatif.  Zain sangat mengapresisi dilaksanakannya kegiatan ini.

Ia mengajak peserta guru instruktur untuk terus update pengetahuan dengan semangat tinggi.  Dengan begitu diharapkan guru instruktur cepat beradaptasi dalam menghadapi tranformasi digitalisasi.

“Mari, saling memotuvasi, agar guru madrasah terus mampu melakukan adaptasi yang cepat menghadapi era digitalisasli," ajaknya.

Zain menerangkan, guru adalah pahlawan yang layak diberi jasa, yang bekerja secara profesional dengan melihat kompetensinya sehingga menciptakan anak bangsa yang sukses.  "Guru itu profesi, profesi karena kompetensinya, oleh karena itu yayasan dan negara harus hadir memberi rekognisi/pengakuan terhadap guru yang telah bekerja, dengan profesinya, dedikasi guru madrasah tentu dengan ikhlas beramal, keiklasan harus terus diperjuangkan dengan apresiasi gaji yang layak," terangnya.   

Zain berpesan pelaksanaan pelatihan instruktur kali ini, menitipkan pengetahuan tentang moderasi beragama, pemahaman tentang keberagaman etnis, ras dan suku bangsa menjadi syarat mutlak sebagai instruktur.

Kasubdit Bina GTK RA, Irhas Sobirin berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi guru madrasah. instruktur guru madrasah harus menjadi contoh baik mengaplikasikan pengetahuan yang inovasi.

Baca juga:  2022, Kemenag Butuh 242.080 PPPK Guru dan Dosen

Menurutnya, menjadi guru madrasah merupakan panggilan jiwa (Ath thoriiqotu ahammu minal  maaddah, wal mudarris ahammu minath thoriiqoh, wa ruuhul mudarris ahammu min mudarris nafsihi), "Metodologi lebih penting daripada konten, guru itu lebih penting daripada metode.  Jika guru menuangkan pengajaran yang salah, akan berdampak negatif terhadap anak, dan sebaliknya Jika guru menuangkan pengajaran yang baik dan menyenangkan akan berdampak positif terhadap anak didik," pesannya.???????

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id