Curhat Guru di Pulau Simeulue Hadapi Pembelajaran Selama Pandemi

    Antara - 25 November 2021 10:18 WIB
    Curhat Guru di Pulau Simeulue Hadapi Pembelajaran Selama Pandemi
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.



    Banda Aceh: Kalangan guru di Pulau Simeulue, Aceh, mengaku kesulitan memberi penilaian objektif kepada peserta didik selama pandemi covid-19. Sebab, metode ajar dilakukan secara daring, tidak tatap muka seperti selama ini.

    "Kami kesulitan memberi penilaian objektif kepada anak didik karena pembelajaran dilakukan secara daring, tidak tatap muka langsung," kata Herawati, guru sekolah dasar di Simeulue, Kamis, 25 November 2021.

     



    Menurut Herawati, belajar daring dari Pulau Simeulue amat terkendala dengan jaringan internet. Kendala tersebut tidak hanya dihadapi peserta didik, tetapi juga kalangan guru.

    Selain kendala jaringan internet, kata Herawati, tidak semua peserta didik memiliki gawai. Akibatnya, banyak siswa terpaksa tidak bisa mengikuti pembelajaran secara daring.

    "Kalau kami langsung datang ke rumah peserta didik juga terkendala dengan anggaran. Apalagi kami hanya guru kontrak dengan gaji yang terbatas," kata Herawati.

    Baca: Aplikasi Gembira, Inovasi Guru untuk Pelajar Tunarungu

    Senada juga diungkapkan Syarifah, guru di Kabupaten Simeulue lainnya. Ia juga mengaku kesulitan memberi penilaian kepada peserta didik karena tidak melihat langsung saat mereka belajar.

    "Terkadang ada peserta didik nilainya biasa saja ketika belajar langsung. Tapi, saat belajar daring, nilainya lebih baik. Kami tidak tahu, apakah mereka sendiri yang menjawab, atau jawaban orang lain," kata Syarifah.

    Kendati begitu, kata Syarifah, para guru tetap bertanggung jawab menjalankan proses belajar mengajar, baik secara daring maupun tatap muka langsung di tengah pandemi covid-19.

    Sebab, kata Syarifah, pendidikan tidak boleh berhenti, walau terhambat karena pandemi. Apalagi, mereka yang mengajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar seperti di Pulau Simeulue.

    "Banyak kendala kami hadapi mengajar di Pulau Simeulue. Seperti sulitnya transportasi, ada yang naik perahu motor mengarungi Samudra Hindia selama dua jam, masalah jaringan internet, dan lainnya," kata Syarifah.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id