Ini Penyebab Guru Swasta Eksodus Jadi PPPK

    Ilham Pratama Putra - 18 Oktober 2021 16:39 WIB
    Ini Penyebab Guru Swasta Eksodus Jadi PPPK
    Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi



    Jakarta: Banyak guru swasta mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru. Fenomena 'eksodus' guru sekolah swasta ini dinilai lantaran tergiur dengan gaji besar yang ditawarkan oleh pemerintah.

    "Terbuai karena gaji. Apalagi kalau mereka ada sertifikat itu kan. Mereka sudah hitung, PPPK itu minimal gaji delapan juta. Mereka tahu karena kan ada grade-nya," ujar Ketua Forum Kepala Sekolah SMP Swasta DKI Jakarta, Maringan Tampubolon, kepada Medcom.id, Senin, 18 Oktober 2021.

     



    Ia menilai kebijakan memberi lampu hijau bagi guru tetap swasta mengikuti seleksi PPPK justru merupakan kesalahan. Pasalnya, rekrutmen PPPK guru sejatinya dikhususkan untuk para guru honorer yang telah mengabdi di sekolah tempat ia mengajar.

    "Kan PPPK ini untuk menutup kekurangan guru di sekolah negeri dengan guru honorer. Bukan eksodus guru swasta ke sekolah negeri," terang dia.

    Ia mengatakan, keberadaan guru swasta bersertifikat dalam seleksi PPPK akan mengancam peluang guru honorer. Skor guru swasta dipastikan akan lebih tinggi dalam seleksi PPPK.

    "Potensi guru tetap yayasan diterima itu lebih tinggi dari pada yang lain. Karena ada perhitungan skor. Kan kalau bersertifikat skornya tambah 100. Usia 50, punya pengalaman kerja tambah lagi," ujarnya.

    Baca: Guru Swasta Dinilai Ancam Peluang Guru Honorer dalam Seleksi PPPK

    Sementara, kata dia, guru honorer masih ada yang belum tersertifikasi. Akhirnya, sasaran perekrutan PPPK guru jadi melenceng.

    "Kan seharusnya yang diangkat guru honorer untuk kesejahteraannya. Yang memang selama ini guru honorer yang mengisi sekolah negeri. Tapi ini yang ambil kesempatan itu malah guru tetap yayasan," tuturnya.

    Seperti diberitakan kanal Pendidikan Medcom.id, Sebagian besar Kepala sekolah dan Yayasan pendidikan swasta mengeluh karena sebagian guru-gurunya nya yang sudah "matang" sebagai guru akan meninggalkan sekolah swasta karena akan menjadi guru Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    Sekolah swasta dengan segala upaya telah membina juga memberikan pelatihan kepada guru-guru tersebut agar memiliki kompetensi yang layak dan profesional. Bahkan sebagian besar dari guru-guru di sekolah swasta tersebut sudah tersertifikasi.

    "Tapi apa lacur pemerintah telah merekrut mereka yang sudah "matang" itu kini direkrut menjadi ASN," sesal Pengamat dari Komnas Pendidikan, Andreas Tambah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 15 Oktober 2021.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id