Honor Terpaksa Dipotong, Guru Berharap Pandemi Segera Berakhir

    Syaikhul Hadi - 04 Desember 2020 09:22 WIB
    Honor Terpaksa Dipotong, Guru Berharap Pandemi Segera Berakhir
    Evrillia Hardianti sedang mengajarkan siswa PAUD. Foto: Dok. Medcom.id/Syaikhul Hadi
    Sidoarjo:  Evrillia Hardianti, (30), guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Sidoarjo berharap pandemi covid-19 bisa segera berakhir di penghujung 2020. Sehingga efektivitas belajar mengajar di sekolah bisa berjalan dengan lancar. 

    Evril, sapaan akrabnya, mengaku lebih berat mengajar di masa-masa pandemi covid-19 ketimbang di masa normal. Selain mengaku rugi waktu, tenaga, dan materi, efektivitas belajar para siswa juga tak terjamin.  

    Kurang lebih sembilan bulan berjalan,  pandemi tidak hanya menggerogoti perekonomian warga, melainkan pendidikan, kesehatan, pembangunan hingga UMKM. Terbatasnya pertemuan tatap muka membuat lini kehidupan harus menata kembali program dan progres di setiap kegiatan. 

    Seperti pendidikan misalnya, sejak munculnya pandemi covid-19, pemerintah membatasi kegiatan pembelajaran tatap muka. Mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Tak ayal, tenaga pendidik pun harus mengubah cara mengajar pada siswa. 

    "Memang, kondisi seperti ini tidak disangka sebelumnya. Mengajar dengan cara tatap muka maupun dengan cara virtual tentunya sangat berbeda jauh," ungkapnya. 

    Meski, saat ini dihadapkan pada perkembangan tekhnologi, namun pola pengajaran pada siswa paling dasar terasa sangat sulit dibandingkan tatap muka langsung. Hal itu bisa terlihat dari efektivitas pembelajaran, masing-masing siswa mengandalkan penglihatan dan pendengarannya melalui smartphone

    "Mungkin kalau siswa setingkat SMP sampai mahasiswa mereka sudah memahami apa yang harus dilakukan saat pembelajaran daring. Nah, bagaimana dengan mereka yang masih setingkat PAUD sampai Sekolah Dasar? Apakah mereka bakal benar-benar memahami?" tanya perempuan lulusan Universitas Islam Negeri Surabaya tersebut. 

    Baca juga:  Guru Honorer Minta Standarisasi Gaji, Minimal Sesuai UMK

    Para guru memang diwajibkan memberikan pembelajaran secara daring sekali setiap harinya. Namun, dia harus meluangkan waktu dua kali dalam sehari untuk melakukan pembelajaran secara daring. Mengingat, siswa yang masih di usia dini itu sulit terkontrol saat dimulainya pembelajaran. 

    "Ya namanya anak-anak masih kecil kan, kadang minta ini dan itu, kadang merengek ke orang tuanya, sehingga pembelajaran harus diulang kembali pada malam harinya," ceritanya. 

    Berbeda saat pembelajaran tatap muka, para siswa yang tengah berkumpul satu kelas akan mudah dikontrol, dan pembelajaran yang disampaikan pun lebih mudah dipahami. Sehingga para siswa akan lebih banyak mendengarkan instruksi yang diberikan gurunya. 

    Di sisi lain, honor para guru di tengah pandemi covid-19 juga berkurang. Bagaimana tidak, honor guru swasta yang diambilkan dari SPP siswa ini harus dipotong gara-gara keinginan wali murid yang meminta keringanan pembayaran SPP. 

    Wali murid merasa anak-anaknya tidak mendapatkan fasilitas seperti biasanya saat pembelajaran tatap muka. Misal ruang kelas, tempat bermain, maupun fasilitas AC.

    "Jadi, mereka minta dipotong pembayaran SPP. Nah, kalau SPP dipotong otomatis pendapatan sekolah berkurang, dan itu berdampak pada gaji guru yang juga dipotong," ujarnya. 

    Meski demikian, lagi-lagi hal tersebut dikarenakan pandemi covid-19 yang mengharuskan warga masyarakat membatasi pertemuan tatap muka. Dia berharap kondisi seperti ini bisa kembali seperti sediakala. Sehingga pembelajaran kepada siswa lebih efektif, dan gaji para guru bisa kembali normal.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id