Vaksinasi Guru Diharapkan Capai 80 Persen di Juni 2021

    Ilham Pratama Putra - 09 Juni 2021 11:01 WIB
    Vaksinasi Guru Diharapkan Capai 80 Persen di Juni 2021
    Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu . Foto: Zoom



    Jakarta: Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pihaknya terus berupaya mempercepat vaksinasi untuk guru. Dia menargetkan untuk bulan Juni setidaknya 80 persen guru tervaksinasi.

    "Kita berupaya sampai Juni itu, minimal sudah 80 persen,” sebut Maxi dalam webinar Persiapan PTM Terbatas Tahun Ajaran 2021/2022, Selasa 8 Juni 2021.

     



    Tantangan vaksinasi guru ini, kata dia, ialah keraguan guru dalam menerima vaksin. "Karena masih ada yang ragu, akses sulit" ujar Maxi.

    Seharusnya, kata Maxi, masyarakat tidak perlu khawatir, karena vaksin covid-19 telah dipastikan aman. Dia pun memastikan jika ketersediaan vaksin juga aman.

    "(Stok) vaksin sudah banyak, sudah tidak ada lagi kekhawatiran tentang keterbatasan vaksin. Di sinilah peran seluruh elemen masyarakat untuk memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan yang belum divaksinasi agar segera datang ke tempat-tempat vaksinasi baik di Puskesmas maupun sentra vaksinasi lainnya,” sambungnya.

    Baca juga:  Aceh Paling Rendah, Baru 1 Persen Guru Dapat Vaksinasi Covid-19

    Sejauh ini kata dia sudah 1,7 juta guru dan tenaga kependidikan tervaksinasi dari target keseluruhan yakni sekitar lima juta orang. Dan dalam sepekan terakhir sudah ada 200 ribu penambahan jumlah vaksinasi untuk guru.

    Kemenkes bakal terus menggenjot jumlah guru uang divaksin. Sehingga dalam sehari, Kemenkes mengejar 150 ribu guru yang divaksinasi.

    Maxi mengungkapkan TNI-Polri bakal dilibatkan untuk membantu proses vaksinasi guru. "Polri sudah mulai, TNI juga terbatas untuk anggota ditambah Purnawirawan setelah mereka selesai. Mereka sudah kami minta bantu. Sudah launching, di Cilacap sudah mulai, Kudus. Rencana Pak Presiden ada di Depok, kemudian di Tangerang dan di Bandung," tutup Maxi. 

    Vaksin untuk Indonesia
     
    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.
     
    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga.
     
    Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id