Guru Sudah Divaksin Tapi Belum PTM, Nadiem: Itu Melanggar Aturan

    Arga sumantri - 06 April 2021 16:54 WIB
    Guru Sudah Divaksin Tapi Belum PTM, Nadiem: Itu Melanggar Aturan
    Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan



    Balikpapan:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menekankan, bahwa sekolah harus sesegera mungkin membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas ketika para guru dan tenaga kependidikannya sudah menjalani vaksinasi covid-19.  Pembukaan sekolah tidak boleh ditunda-tunda.

    "Kalau kita enggak mulai (PTM terbatas), itu melanggar peraturan," kata Nadiem saat berdiskusi dengan calon Guru Penggerak di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 6 April 2021.






    Nadiem mengatakan, selama ini seperti ada salah persepsi terkait kebijakan PTM terbatas. Ia menyebut, masih ada yang beranggapan kalau PTM terbatas di sekolah hanya bisa dilakukan mulai Juli.

    "Tidak ada itu omongan sekolah dibuka bulan Juli. Sekolah dibuka pada saat semua gurunya sudah divaksin," tegas Nadiem.

    Ia mengingatkan, bila dalam satu sekolah para guru dan tenaga kependidikan sudah menjalani vaksinasi, maka PTM terbatas bisa dilakukan tanpa harus menunggu Juli. Toh, kata dia, standar persiapan PTM di masa pandemi juga sudah diberikan, tinggal sekolah melengkapinya.

    "Jadi kalau hari ini ada sekolah yang (gurunya) belum divaksin dan belum melakukan persiapan melakukan PTM, itu namanya melanggar peraturan pusat," ungkapnya.

    Baca juga:  Nadiem Tinjau Vaksinasi Guru di Balikpapan

    Nadiem mengatakan, target pemerintah yaitu seluruh sekolah sudah menggelar PTM terbatas pada Juli. Jadi, bukan berarti sekolah yang gurunya sudah menjalani vaksinasi harus menunggu tahun ajaran baru untuk membuka pembelajaran di kelas.

    Selain berdialog dengan calon Guru Penggerak, Nadiem juga meninjau kegiatan vaksinasi guru dan tenaga kependidikan di Balikpapan.  Vaksinasi guru dan tenaga kependidikan ini diharapkan bisa mengakselerasi kebijakan PTM terbatas yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Kementerian.

    Untuk mendukung program vaksinasi nasional, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.

    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    Baca juga:  Nadiem Kopi Darat dengan Calon Guru Penggerak di Kaltim

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id