2.395 Guru Lulus Sebagai Guru Penggerak Angkatan 1

    Ilham Pratama Putra - 15 September 2021 14:25 WIB
    2.395 Guru Lulus Sebagai Guru Penggerak Angkatan 1
    Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril. Zoom



    Jakarta: Rangkaian pendidikan Guru Penggerak angkatan pertama telah selesai. Sebanyak 2.460 mengikuti pendidikan mulai dari 15 Oktober 2020 sampai 28 Agustus 2021.

    Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril menyebut, dari 2.460 guru, terdapat 59 guru yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di tengah jalan. Ada 2.401 guru yang tuntas mengikuti pendidikan dan mendapat berbagai predikat kelulusan.

     



    "Calon guru penggerak yang aktif 2.401 pada akhirnya mereka mendapatkan berbagai predikat kelulusan," kata Iwan dalam Penutupan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1, Rabu, 15 September 2021.

    Iwan mengatakan jika mayoritas guru mendapat predikat kelulusan yang luar biasa. Sebanyak 94,84 persen di antaranya lulus dengan predikat amat baik, 4,33 persen lulus dengan predikat baik, 0,58 persen dinilai cukup, sisanya berpredikat kurang dan dinyatakan tidak lulus pendidikan Guru Penggerak.

    "Oleh karena itu, calon guru penggerak yang lulus predikat A, B, dan C ada sejumlah 2.395 guru penggerak. dan yang tidak lulus, predikat yang sedang dan kurang ini, ada berjumlah enam calon guru penggerak," jelas dia.

    Baca: 59 Guru Penggerak Mengundurkan Diri

    Iwan mengatakan, 59 guru yang tak bisa melanjutkan program guru penggerak memiliki kendala tersendiri. Mulai dari sakit, hingga meninggal dunia.

    "59 yang belum bisa melanjutkan karena berbagai hal, ada yang sakit, atau ada bahkan yang kita juga turut berbela sungkawa ada yang meninggal dunia, pindah tugas, dan lain sebagainya," terang dia.

    Iwan menjelaskan, selama masa pendidikan seluruh peserta diminta menyelesaikan tiga paket modul yang satu paketnya terdiri dari 10 modul. Paket modul pertama soal paradigma dan visi guru penggerak. Kedua, praktik pembelajaran yang berpihak pada anak. Ketiga, pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sekolah.

    Sementara 10 modul itu berisi refleksi filosofi pendidikan nasional, nilai dan peran guru penggerak, misi guru penggerak, budaya positif, pembelajaran diferensiasi, pembelajaran sosial dan emosional. Terdapat juga modul coaching, pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, dan pengelolaan program yang berdampak pada murid.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id