Pengajuan Kebutuhan Guru PPPK Diperpanjang Hingga 31 Desember

    Ilham Pratama Putra - 23 November 2020 16:34 WIB
    Pengajuan Kebutuhan Guru PPPK Diperpanjang Hingga 31 Desember
    Deputi bidang Sumber Daya Manusia Kemenpan-RB, Teguh Widjinarko. Zoom
    Jakarta: Pemerintah bakal melakukan seleksi guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2021. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menunggu pengajuan formasi dari setiap daerah hingga 31 Desember 2020.

    "Pengajuan usulan formasi guru PPPK akan diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2020 melalui aplikasi e-formasi Kemenpan-RB," kata Pelaksana tugas Deputi bidang Sumber Daya Manusia Kemenpan-RB, Teguh Widjinarko dalam siaran YouTube Kemendikbud, 'Pengumuman Seleksi Guru PPPK tahun 2021', Senin 23 November 2020.

    Adapun persyaratan pelamar ialah guru honorer berusia 20 tahun hingga 59 tahun, atau satu tahun jelang usia pensiun untuk jabatan yang dilamar. Pihaknya akan melakukan verifikasi dan menetapkan hasil formasi berdasarkan berbagai analisis.

    "Nanti Kemenpan-RB akan melakukan verifikasi dan menetapkan formasi melalui analisis jabatan, dan analisis beban kerja berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," sambungnya.

    Baca: Setiap Guru Honorer Bisa Ikut Maksimal Tiga Kali Seleksi PPPK

    Saat ini, pihaknya tengah dalam proses perencangan sistem penerimaan, soal ujian kompetensi, dan sistem seleksi untuk calon guru PPPK. Selain Kemenpan-RB dan Kemendikbud, Perancangan ini juga melibatkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN),  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    Sampai saat ini, Kemenpan RB baru menerima 174.077 formasi guru PPPK dari pemerintah daerah yang tersebar di 370 kabupaten, 89 kota pada 32 provinsi. Sementara, target pengangkatan guru honorer menjadi PPPK di 2021 sebanyak satu juta orang.

    Mendikbud Nadiem Makarim mengajak Pemda untuk mengajukan formasi PPPK. Pun seleksi yang digelar daring ini sengaja dibuka seluas-luasnya untuk mencukupi kebutuhan guru ASN.

    Selagi kuota belum memenuhi satu juta guru, pihak Kemendikbud terus membuka seleksi. Bahkan satu orang guru honorer dapat mengukuti tes hingga tiga kali agar bisa lolos menjadi guru PPPK.

    "Setiap mendaftarnya diberikan kesempatan beberapa kali. Jadi kalau dia gagal pada kesempatan yang pertama dia dapat belajar lagi, belajar ulang dan mengulang ujian hingga dua kali lagi. jadi total itu bisa mengambil tiga kali tes tersebut," ungkap Nadiem.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id