Aceh Paling Rendah, Baru 1 Persen Guru Dapat Vaksinasi Covid-19

    Ilham Pratama Putra - 08 Juni 2021 19:15 WIB
    Aceh Paling Rendah, Baru 1 Persen Guru Dapat Vaksinasi Covid-19
    Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Kemenkes, Maxi Rein. Foto: Zoom



    Jakarta: Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan data, jika terdapat disparitas atau kesenjangan mencolok terkait angka vaksinasi covid-19 di kalangan guru. Ada wilayah yang hampir menyelesaikan vaksinasi, namun ada pula yang baru menyelesaikan vaksinasi sebesar satu persen.

    "Paling kecil sekali itu aceh, dari sasaran 186.571 itu baru 1.308 guru, baru satu persen. Aceh itu paling rendah," kata Maxi dalam Webinar Persiapan PTM Terbatas Tahun Ajaran 2021/2022, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Jika berkaca dengan data vaksinasi guru di DKI Jakarta, Aceh kalah jauh. Di DKI Jakarta setidaknya 81,57 persen guru dan tenaga kependidikan telah divaksinasi.

    "Dari 152 ribu sudah disuntik itu 124 ribu diantaranya sudah disuntik, tinggal sedikit DKI," jelasnya.

    Atas data tersebut, DKI merupakan daerah yang memiliki capaian tertinggi dalam vaksinasi guru. Maxi bahkan mengungkap bisa saja vaksinasi guru di DKI selesai dalam pekan ini.

    "Karena tinggal 20 ribu sisanya," terang dia.

    Maxi pun membeberkan data vaksinasi guru di wilayah lainnya. Untuk Jawa Barat, dari 318 ribu sasaran, telah divaksinasi 310 ribu guru.

    "Jawa Tengah dari 655 ribu guru, yang sudah disuntik 194 ribu. Jawa Timur paling banyak juga 832 ribu guru, yang sudah disuntik 342 ribu," ungkapnya.

    Baca juga:  Guru dan Siswa Sakit Dilarang Ikut Sekolah Tatap Muka

    Menurut dia, seluruh pihak harus bekerja sama dalam pendistribusian vaksin. Agar proses vaksinasi dapat berjalan lancar di setiap wilayah di Indonesia.

    "Jadi memang ini PR (pekerjaan rumah) bersama untuk menuntaskan ini," ujarnya.

    Vaksin untuk Indonesia
     
    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.
     
    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga.
     
    Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id