Libatkan Guru Penyimpang, GSM Gelar Kelas Sekolah Menyenangkan

    Antara - 15 September 2021 16:01 WIB
    Libatkan Guru Penyimpang, GSM Gelar Kelas Sekolah Menyenangkan
    Pendiri GSM, Muhammad Nur Rizal. Foto: Dok. Pribadi



    Jakarta:  Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) menyelenggarakan Kelas Sekolah Menyenangkan secara serentak di 34 provinsi yang terbagi ke dalam 16 kelas secara daring.  Kelas Sekolah Menyenangkan itu diisi 100 anak muda yang telah dilatih oleh GSM berkolaborasi dengan puluhan guru penyimpang.

    ?Guru penyimpang adalah guru yang memiliki perilaku menyimpang dalam mengajar, namun memberikan dampak positif pada karakter dan hasil belajar siswa.

     



    “Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat mengundang gerakan dari anak muda agar semakin peduli dan berkontribusi terhadap masa depan bangsanya, serta semakin menggerakkan guru untuk membangun pengembangan praktik bersama agar kompetensi dan profesionalismenya semakin meningkat,” kata Pendiri GSM, Muhammad Nur Rizal, Selasa, 14 September 2021.

    Ia mengatakan, dunia pendidikan perlu merespons berbagai persoalan yang terjadi di kalangan anak muda dengan pendekatan yang tepat. Pendidikan tidak boleh hanya menjejalkan konten pengetahuan dengan kurikulum yang padat kepada siswa.

    Pendidikan harus diarahkan justru untuk membangun daya kritis agar siswa mampu membedakan mana informasi yang bermutu, berguna, dan benar.  Generasi milenial dan generasi Z dianggap sebagai generasi cerdas karena mudah mendapatkan akses informasi yang berlimpah dari internet.

    “Hanya saja, mereka dikhawatirkan memiliki pandangan yang semakin sempit akibat algoritma eco chamber yang dimiliki sosial media,” tambah Nur Rizal.

    Rizal menegaskan, bahwa permasalahan anak muda di masa depan tersebut dapat diminimalisir dengan mendapatkan keterampilan kompetensi penalaran dan kesadaran diri serta memperbanyak ruang perjumpaan lintasgenerasi. Sehingga, cara pandang dan perilaku generasi muda dapat meluas.

    Baca juga:  Unej Tetap Kuliah Daring Meski di PPKM Level 2, Ini Alasannya

    Ia menjelaskan, anak muda memiliki kesempatan untuk mengalami proses yang panjang selama induksi pendampingan sehingga mereka belajar untuk lebih sabar dan tidak instan dalam berpikir, bekerja atau berinteraksi.

    “Tujuan pendidikan seharusnya melibatkan anak muda dengan dunia yang dirasakannya juga dunia di sekelilingnya. Maka anak muda perlu menghormati akan keberagaman dan mengapresiasi akar budayanya sendiri,” terang Rizal.
     

    Halaman Selanjutnya
    Kesehatan Mental Praktisi… …


    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id